Portalika.com [SURAKARTA] — Panitia Bersama Imlek Kota Surakarta/Solo, Jateng 2577/2026 siap menggelar rangkaian perayaan dengan mengusung tema besar “Harmoni Imlek Nusantara (HIN)”. Panitia mengklaim ini sebuah perayaan yang menekankan persatuan, keberagaman, serta akulturasi budaya sebagai kekuatan bangsa Indonesia.
Pernyataan itu dikemukakan Ketua Panitia Bersama Imlek Solo, Sumartono Hadinoto ketika konferensi pers di Gedung Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS), kawasan Purwodiningratan, Jebres, Solo, Kamis, 29 Januari 2026. Dia mengatakan, sejalan dengan tema nasional Imlek Nasional 2026, HIN, perayaan di Kota Solo dirancang sebagai ruang publik yang inklusif dan mengayomi.
Menurut dia acara ini sekaligus merefleksikan semangat Bhinneka Tunggal Ika, melalui perjumpaan tradisi Tionghoa dan budaya Nusantara dalam suasana yang hangat, humanis, dan bermartabat.
Sebagai visualisasi semangat HIN, panitia memasang ornamen Imlek di berbagai titik strategis Kota Solo yang juga sering disebut Kota Bengawan ini. Penataan tersebut meliputi pemasangan 12 lampion shio, 10 lampion kuda, dua lampion Dewa Rezeki, lampion karakter kartun, lampion Journey to the West, serta lampion photo booth di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dan kawasan Plaza Balai Kota, termasuk gapura Imlek.
Dia menjelaskan guna menyemarakkan suasana, sebanyak 5.000 lampion merah akan dipasang di sekitar Jembatan Kali Pepe depan Bale Kota Solo dan kawasan Pasar Gede, sebagai bagian dari penataan ruang kota bernuansa Imlek.
Pemasangan ribuan lampion tersebut dinilai menjadi simbol cahaya dan harapan, sekaligus refleksi perjalanan bangsa dalam keberagaman, sejalan dengan filosofi bahwa setiap langkah ke depan perlu berpijak pada nilai budaya, kemanusiaan, dan persatuan.
Sumartono yang juga aktif di beberapa organisasi sosial ini mengutarakan, dalam rangka mendorong partisipasi publik serta pelibatan insan media dan komunitas kreatif, Panitia Bersama Imlek 2577/2026 menggelar Lomba Foto dan Jurnalistik bekerja sama dengan Himpunan Seni Foto Bengawan (HSB) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 1 Januari–23 Februari 2026, dengan tema “Semangat Tahun Kuda: Mewujudkan Harmoni di Surakarta.”
“Kompetisi ini bertujuan menangkap ekspresi visual semangat Kuda Api—keberanian, energi, optimisme, dan daya juang—sebagai metafora dinamika masyarakat Indonesia dalam bergerak maju tanpa meninggalkan akar budaya,” kata dia.
Sebagai bagian dari penguatan kebersamaan lintas komunitas dan penerapan gaya hidup sehat, papar Sumartono, pihaknya bekerja sama dengan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) akan menggelar Imlek Fun Run 2026, pada Minggu, 1 Februari 2026. Kegiatan ini menempuh rute melintasi ikon-ikon Kota Solo.
Kegiatan dimulai dan diakhiri di Balaikota Solo, sekaligus menjadi simbol gerak kolektif masyarakat dalam harmoni. Selain itu panitia turut menggelar Workshop dan Turnamen Mahjong pada 7–8 Februari 2026 pukul 10.00–20.00 WIB di Food Factory Solo Paragon Mall, sebagai bagian dari penguatan tradisi, edukasi budaya, serta interaksi lintas generasi dalam suasana yang rekreatif dan inklusif.
Pembagian Takjil
Melengkapi rangkaian kegiatan Imlek, pada Kamis, 12 Februari 2026, panitia turut menggelar Talkshow dan sesi Motivasi di Gedung Pertemuan PMS pukul 09.00–12.30 WIB dengan tema “Belajar Sampai ke Negeri China”. Kegiatan ini menghadirkan penulis dan peneliti budaya Tiongkok penerima beasiswa S1-S3, Novi Basuki, pendiri Museum Pustaka Peranakan Tionghoa yang juga seorang pengusaha asal Gayo, Daerah Istimewa Aceh, Azmi Abubakar, serta motivator nasional Andrie Wongso. Acara ini direncanakan dihadiri sekitar 1.000 peserta.
Mereka terdiri atas tamu undangan dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi sebagai bagian dari investasi sosial dalam membangun generasi muda yang terbuka, berwawasan global, dan berakar pada nilai budaya. Dalam dimensi sosial kemasyarakatan, panitia menyelenggarakan bakti sosial donor darah bekerja sama dengan APPBI dan PMI Kota Solo di sejumlah pusat perbelanjaan di Solo dan sekitarnya.
“Selain itu, selama dua pekan awal Bulan Ramadan, panitia turut melaksanakan pembagian makanan ringan atau takjil untuk berbuka puasa sebanyak 500 paket per hari. Ini sebagai bentuk solidaritas sosial dan kepedulian lintas iman,” papar Sumartono.
Lebih lanjut Panitia Bersama Imlek 2577/2026 turut mendukung pelaksanaan Grebeg Sudiro pada 15 Februari 2026, sebagai simbol kuat akulturasi budaya Jawa–Tionghoa yang telah mengakar di Kota Solo. Selanjutnya, untuk kirab Barongsai keliling Kota Solo akan digelar pada Selasa, 3 Maret 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan ini melibatkan sejumlah tim barongsai yang menyusuri rute ikonik kota dan terbuka bagi masyarakat luas. Rangkaian perayaan akan mencapai puncaknya melalui Perayaan Cap Go Meh bersama Pemerintah Kota Solo yang digelar di Pendhapi Gedhe Balai Kota Solo pada Selasa, 3 Maret 2026 pukul 18.00 WIB.
Melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, perayaan Imlek di Solo diharapkan menjadi perwujudan nyata HIN. Sekaligus ini menegaskan bahwa keberagaman budaya dan keyakinan merupakan fondasi penting dalam memperkuat persatuan Indonesia.
Lampion Nuansa Ramadan
Sementara itu Sekretaris Panitia Bersama Imlek 2577/2026, Idayanti Santoso, menambahkan perayaan Imlek tahun ini ada banyak perbedaan dibanding perayaan serupa tahun sebelumnya. Sebab panitia terus berinovasi sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Dia menjelaskan tahun ini perayaan Imlek kebetulan bertepatan dengan awal Puasa Ramadan bagi umat muslim. Untuk itu selain akan berbagi makanan ringan atau takjil saat berbuka, pihaknya juga akan menyesuaikan dekorasi lampion yang dipasang dengan nuansa Ramadan.
Sedangkan ribuan lampion yang akan dipasang rencananya mulai dinyalakan pada 1 Februari sampai 17 Februari 2026.
“Nanti setelah memasuki Bulan Ramadan, di sela-sela lampion shio di Jalan Jenderal Sudirman akan ditambahkan lampion bernuansa Idul Fitri yang tetap berpadu dengan nuansa Tionghoa,” ujar Ida.
Sehingga, kata dia, sejumlah dekorasi perayaan Imlek seperti Masjid Cheng Ho di Plaza Balai Kota, masjid di Bundaran Gladag, hingga Gapura Imlek akan menampilkan kombinasi budaya Tionghoa dan Islam. Ini dianggap sebagai wujud komitmen pihaknya untuk terus menjaga, merawat kebhinekaan, dan memperkuat toleransi di Kota Solo. (Iskandar)












Komentar