Portalika.com [SURAKARTA] – Guna memberi pemahaman menyeluruh mengenai agroindustri dan industri pangan, Fakultas Teknologi dan Industri Pertanian (Fatipa) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Jateng mengunjungi pabrik di Mojokerto, Jatim dan Bali.
Siaran pers dari Unisri menyebutkan rangkaian kunjungan industri dan edukatif pada 14–18 Januari 2026 ini mencakup industri pangan berskala nasional, yakni di Pabrik PT Yakult Indonesia Persada (YIP), Mojokerto dan PT Garudafood Putra Putri Jaya. Selain itu, mahasiswa juga melakukan kunjungan edukatif ke Cocoaland Bali serta Krisna Blangsinga.
“Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa semester 1 Program Studi Teknologi Pangan sebagai bagian dari pengenalan dunia industri dan penguatan wawasan akademik sejak awal masa perkuliahan,” ujar Dekan Fatipa Unisri, Dr Nanik Suhartatik, STP, MP.
Dengan kunjungan itu, papar dia, mahasiswa bisa menyaksikan mulai dari pengolahan bahan baku, proses produksi, pengendalian mutu, inovasi produk, hingga strategi pengemasan dan pemasaran. Mahasiswa diharapkan mampu mengaitkan teori yang dipelajari di bangku perkuliahan dengan praktik nyata di lapangan.
Menurut dia selama kunjungan di PT YIP mahasiswa memperoleh wawasan mengenai proses produksi minuman probiotik serta penerapan Good Manufacturing Practices (GMP). Di PT Garudafood Putra Putri Jaya, mahasiswa dikenalkan dengan sistem produksi pangan skala besar dan manajemen industri modern.
Sedangkan kunjungan di Cocoaland, Bali memberikan pengetahuan tentang proses pengolahan cokelat, mulai dari bahan baku hingga produk akhir. Adapun kunjungan ke Krisna Blangsinga memperkenalkan mahasiswa pada proses produksi dan pemasaran pie susu sebagai produk olahan pangan khas daerah.
Melatih Soft Skill
Nanik menjelaskan, selain aspek akademik, rangkaian kunjungan ini juga bertujuan untuk melatih soft skill mahasiswa. Di antaranya seperti kedisiplinan, kerja sama tim, etika berkunjung ke industri, serta kemampuan berkomunikasi dengan praktisi lapangan.
Melalui interaksi langsung dengan pelaku industri, mahasiswa mendapatkan pengalaman nyata yang tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga membangun sikap profesional dan rasa percaya diri sebagai calon insan akademik dan praktisi di bidang agroindustri.
Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri. Sekaligus ini mendorong mahasiswa agar lebih memahami peluang dan tantangan pengembangan industri pangan berkelanjutan.
Nanik berharap rangkaian kunjungan ini dapat menjadi bekal awal bagi mahasiswa dalam menempuh pendidikan tinggi, serta menumbuhkan motivasi untuk berinovasi dan berkontribusi nyata, bagi kemajuan sektor pertanian dan industri pangan nasional. (Iskandar)












Komentar