Purna Tugas Kadinas Sosial Dilepas IKPNI DIY

banner 468x60

Portalika.com [Yogyakarta] – Hubungan kolegial yang era tantara Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPN) Korwil Yogyakarta dengan Kepala Dinas Sosial Provinsi DIY, Endang Patmintarsih nampak pada pelepasan purna tugas Endang Patmintarsih.

Hubungan yang meningkat menjadi hubungan kekeluargaan yang hangat, saling mendukung dan produktif itu terlihat pada acara syawalan IKPNI Yogyakarta sekaligus pelepasan purna tugas Endang yang akan purna tugas pada 1 Mei 2026 dilaksanakan di Aula belakang TMP Kusumanegara Jalan Kusumanegara Yogyakarta, Sabtu, 18 April 2026.

banner 300x250

Nampak hadir pada acara itu keturunan keluarga pahlawan nasional asal Yogyakarta atau keluarganya berdomisili di Yogyakarta yang jumlahnya lebih dari 20 pahlawan nasional seperti Teguh Sudirman (Jenderal Sudirman), Arif Dihan (KH Fakhruddin), GPH Indro Kusumo (Paku Alam VIII).

Juga Suryo Putro (Pangeran Diponegoro), Sigid M (Wirjopranoto), Frida (Ki Suryo Pranoto, Ganis Priyono (Kol. Soegiono), Widyawati (Ki Hajar Dewantara), Widyastuti (KHA Dahlan), Hary Sutrasno (Kasman Singodimedjo), Siti Zumairoh (Siti Walidah), Hendro (Nyi Ageng Serang), KP Eri Ratmanto (Pangeran Sambernyawa), Zhaky (Abdul Kahar Muzakir) Henny Meka (Prof, Herman Johanes), Windriati (Pakubuwono X).

Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) IKPNI DIY, GBPH Prabukusumo (Gusti Prabu) memuji dan menyatakan kekagumannya atas kinerja dan integritas Kadinas Sosial DIY Endang Patmintarsih.

“IKPNI DIY beruntung mempunyai mitra ibu Endang. Kita merasakan kehadirannya pada setiap kegiatan kepahlawanan dan sosial kita. Tidak berlebih ia disebut ibu kita. Dan ternyata hal itu juga dirasakan semua yang bermitra dengannya. Pribadinya yang tulus, juga kinerjanya yang zero korupsi dan sukses mengangkat beberapa program ke tingkat nasional dapat menjadi teladan bagi semua,“ ujar Gusti Prabu menyampaikan dalam sambutan pelepasan.

Menyikapi pujian itu Endang nampak tersenyum kecil. Sejak menjabat Kepala Dinas Sosial, memang ia dikenal sebagai pekerja keras yang tidak segan turun kebawah memastikan layanan Dinas Sosial menyentuh semua pihak yang memerlukan.

Ia dikenal demokratis dan mau mendengar. Untuk lingkup lokasi makam Pahlawan Kusumanegara, banyak pihak mengakui upaya Endang telah membuat suasana makam menjadi lebih nyaman antara lain dengan dibangunnya mini teater yang menyajikan film-film perjuangan yang menginspirasi, terutama generasi Z.

“Saya bekerja berupaya meneladani jiwa kejuangan para pahlawan. Alhamdulilah jika hal itu diterima dan bermanfaat,” kata Endang.

Sementara itu hikmah syawalan disampaikan Ketua Umum Arsitek Indonesia tahun 2015-2018, Munichy B Edrees. Menurutnya inti dari kegiatan syawalan adalah tercapainya peningkatan ketaqwaan manusia beriman.

“Perintah puasa ditujukan kepada semua orang beriman seperti tercantum dalam Al Quran surah Al Baqarah ayat 183. Maka peliharalah iman karena hal itu akan menjaga kebersihan pikiran dan perbuatan kita. Salah satu yang penting adalah peliharalah silaturahim karena akan dipanjangkan umur dan dimurahkan rezeki. Juga ingatlah, kitab suci tidak cukup sekedar dibaca saja, karena belum menimbulkan manfaat bagi kita dan semesta. PerintahNya adalah agar ayat-ayat itu diamalkan, itu yang selalu diulang diucapkan oleh KHA Dahlan,” ucap Munichy.

Pada akhir pertemuan dilaksanakan penyerahan cindera mata dari IKPNI Korwil Yogyakarta yang diserahkan Gusti Prabu kepada Kepala Dinas Sosial Provinsi DIY yang akan purna tugas. Cindera mata terdiri sebuah puisi dan lukisan wajah Endang Patmintarsih hasil guratan perupa Muji Harjo (salah satu pelukis Babad Diponegoro).

Endang menerima dengan wajah haru. Gusti Prabu menyatakan cindera mata itu adalah simbol hormat dan sayang IKPNI Korwil Yogyakarta kepada Endang Patmintarsih.

Kegiatan ditutup dengan doa bagi kemaslahatan bangsa dan segenap keluarga pahlawan nasional agar diberikan kemampuan untuk meneruskan perjuangan para leluhurnya dipimpin Ahmad Djam’an. (Yuliantoro)

Komentar