Portalika.com [SUKOHARJO] – Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) bersama Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan Kartasuro menggelar Kejuaraan Taewondo bertajuk “Solo Series Taekwondo Open Championship 2025 yang diikuti 550 atlet dari enam provinsi di Auditorium UMS Sukoharjo, pada Sabtu dan Minggu, 15 dan 16 November 2025.
Dalam Kejuaraan Solo Series Taekwondo Open Championship 2025 berlangsung meriah dan digelar di Editorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) diikuti dari 6 provinsi di Indonesia.
Komandan Grup (Dangrup) 2 Kopassus Kandang Menjangan Kartasuro, Brigjen TNI Edwin Apria Candra, menegaskan kejuaraan yang mempertandingkan tiga kategori itu menjadi seri penutup dari rangkaian ivent taekwondo nasional selama tahun 2025.
“Pembukaan Solo Series hari ini menjadi seri ketiga. Seri pertama digelar di Bali pada bulan Agustus, kemudian berlanjut seri kedua di Mabes TNI Cilangkap pada Oktober. Seri di Solo ini menjadi penutup sebelum memasuki Desember tahun ini,” ungkapnya.
Adapun para peserta berusia 7 hingga 16 tahun dan mengikuti nomer kadet, pra-kadet, dan paralimpic untuk atlet difabel dari NPC Indonesia.

Kejuaraan ini menurut dia juga menjadi sarana pembinaan sekaligus mengasah mental para atlet, sekaligus diharapkan dapat menjadi ajang pencarian atlet potensi.
“Kita ingin meningkatkan mutu dan kualitas pertandingan. Sebab semakin banyak kompetisi, secara otomatis akan muncul atlet baru. Apalagi cabor Taekwondo selama ini juga sudah berprestasi menjadi penyumbang medali di ivent internasional seperti SEA Games, Asian Games maupun Olimpiade dan kali ini diikuti 550 atlet peserta yang tampil berasal dari Jawa Tengah, DIY, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Tengah,” katanya.
Hal senada juga diungkapkan,Kabid Binpres PBTI, Pino Indra, menyebut fokus PBTI adalah memperbaiki kualitas pertandingan melalui penyelenggaraan berbagai seri kejuaraan nasional, termasuk yang seri terakhir di kota Solo.
“Kami tetap mengikuti standar seperti di seri-seri sebelumnya. Kami berharap melalui ivent ini akan muncul atlet yang berkualitas dan pada akhirnya serta beroprestrasi tidak hanya di level lokal, atau nasional namun juga di kancah internasional,” jelasnya. (Naharudin)












Komentar