Rektor UNS: Jadilah Guru Besar Yang Memiliki Professorship

banner 468x60

Portalika.com [SOLO] – Guru Besar baru Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta diharapkan memiliki professorship. Pernyataan tersebut disampaikan Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof Dr Jamal Wiwoho, SH, MHum, dalam pengukuhan yang berlangsung dalam Sidang Terbuka Senat Akademik UNS, Senin (25/9/2023) di Auditorium GPH Haryo Mataram UNS.

“Saya mengajak agar menjadi guru besar yang memiliki professorship, yakni sebagai seorang intelektual yang mempunyai prestasi ilmiah dengan nilai akademik tertinggi, serta memiliki kesadaran dan tanggung jawab mendidik secara konsisten,” ujar Prof Jamal.

banner 336x280

Menurutnya, UNS sedang menikmati “panen” guru besar di sepanjang September 2023 ini. Momentum ini merupakan kondisi baik bagi iklim akademik sebuah perguruan tinggi. Lahirnya guru besar baru membawa harapan atas kebaruan dan perluasan sebuah ilmu.

Baca juga: UNS Tambah Lima Guru Besar Dari Empat Fakultas, Perkuat Misi Menjadi WCU

Jamal menyampaikan kedalaman ilmu yang dikuasai menjadi harkat dan martabat yang mereka miliki. Pantaslah jika seorang guru besar senantiasa termotivasi agar produktif dalam berkarya. Kecintaan kepada ilmu juga menjadi energi positif yang mendorong terciptanya karya akademis yang bermanfaat.

Kesadaran akan professorship yang dimiliki seorang guru besar menjadi sebuah kredo untuk senantiasa antusias mengajar, meneliti, dan mengembangkan beragam aksi pengabdian masyarakat.

“Saya percaya, dengan potensi tersebut, UNS bersama guru besarnya akan memiliki kemampuan untuk maju dan berkembang dalam menjangkau masa depan,” ucap Prof Jamal.

Portalika.com/Ist

Rektor mengukuhkan enam guru besar baru. Keenam guru besar tersebut adalah Prof Dr Eng Hendri Widiyandari, SSi MSi, Prof Dr Mardiyana, MSi, Prof Dr Sarwanto, SPd, MSi, Prof Sukarmin, SPd, MSi, PhD, Prof Dr Yudho Taruno Muryanto, SH, MHum serta Prof Dr E Muhtar, SPd, MSi, CFrA.

Guru besar baru UNS dikukuhkan atas kontribusi di bidang ilmu yang beragam. Prof Dr Eng Hendri Widiyandari, SSi, MSi merupakan guru besar ke-26 pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan ke-283 UNS. Hendri dikukuhkan menjadi Guru Besar dalam bidang Ilmu Fisika Nanomaterial dengan pidato inaugurasi berjudul Nanomaterial: Temuan Masa Kini dan Perspektif Masa Depan.

Sedangkan Prof Dr Mardiyana, MSi, merupakan guru besar ke-73 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan ke-284 UNS. Mardiyana dikukuhkan menjadi Guru Besar dalam bidang Analisis Matematika dan Pembelajarannya dengan pidato inaugurasi berjudul Peran Analisis Matematika pada Peningkatan Keterampilan Abad 21.

Kemudian Prof Dr Sarwanto, SPd, MSi, merupakan guru besar ke-74 pada FKIP dan ke-284 UNS yang dikukuhkan menjadi Guru Besar dalam bidang Ilmu Pembelajaran IPA dengan pidato inaugurasi berjudul Kearifan Lokal sebagai Sumber Belajar IPA dalam Implementasi Kurikulum Merdeka.

Sementara, Prof Sukarmin, SPd, MSi, PhD merupakan guru besar ke-75 pada FKIP dan ke-286 UNS dan dikukuhkan menjadi Guru Besar dalam bidang Ilmu Manajemen Pendidikan dan Pembelajaran Fisika dengan pidato inaugurasi berjudul Kesehatan Organisasi Sebagai Faktor Penentu Keberhasilan Sekolah.

Prof Dr Yudho Taruno Muryanto, SH MHum, merupakan guru besar ke-11 pada Fakultas Hukum (FH) dan ke-287 UNS dan dikukuhkan menjadi Guru Besar dalam bidang Ilmu Hukum Korporasi dan Investasi dengan pidato inaugurasi berjudul Regulasi Responsif di Sektor Investasi Digital (Kerangka Hukum Mewujudkan Prinsip Keterbukaan dalam Tanggung Jawab Pengelolaan Investasi).

Selanjutnya, Prof Dr E Muhtar, SPd, MSi, CFrA merupakan guru besar ke-76 pada FKIP dan ke-288 UNS dikukuhkan menjadi Guru Besar dalam bidang Ilmu Akuntansi Sektor Publik dengan pidato inaugurasi berjudul Tata Kelola dan Akuntabilitas Daerah: Kunci Menuju Pemerataan Pembangunan Berkelanjutan. (Triantotus)

Komentar