Sosialisasi Dan Pelatihan Pemanfaatan Sabut Kelapa Menjadi Cocodama Bagi Warga Desa Ngelo

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI] – Desa Ngelo, yang terletak di Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri terus berupaya meningkatkan kesejahteraan warganya melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Salah satu langkah konkret yang dilaksanakan baru-baru ini adalah sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan sabut kelapa menjadi cocodama. Kegiatan diselenggarakan Jumat, 2 Agustus 2024 dan diikuti ibu-ibu anggota PKK Desa Ngelo.

banner 300x250

Tujuan utama untuk meningkatkan keterampilan serta membuka peluang usaha baru yang ramah lingkungan. Menurut Fariska Della Cecilia, mahasiswa prodi Agroteknologi Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo, sabut kelapa selama ini kerap dianggap sebagai limbah yang tidak memiliki nilai ekonomis tinggi.

Baca juga: Mahasiswa KKN Unisri Mengenalkan Dasar-Dasar Bimbingan Dan Konseling Di SMPN 2 Jatiroto

Padahal, dengan sedikit kreativitas dan keterampilan, sabut kelapa dapat diolah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai jual, salah satunya adalah cocodama. Cocodama berasal dari kata coco (sabut kelapa) dan dama (bola dalam bahasa Jepang) adalah seni menanam tanaman hias dengan menggunakan sabut kelapa sebagai media tanam.

Media tanam ini tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga memberikan sentuhan estetika yang menarik sehingga banyak diminati sebagai elemen dekorasi dalam ruangan maupun di luar ruangan.

Fariska menyatakan acara sosialisasi dan pelatihan dibuka Kepala Desa Ngelo, Nanik yang menyampaikan pentingnya inovasi dalam memanfaatkan sumber daya lokal. Ia mengajak seluruh peserta untuk melihat sabut kelapa bukan sebagai limbah tetapi sebagai bahan baku bernilai tinggi.

“Dengan kreativitas dan keterampilan yang tepat, kita dapat mengubah sesuatu yang selama ini tidak dianggap bernilai menjadi produk yang dapat meningkatkan kesejahteraan kita,” ujarnya.

Setelah pembukaan dan sambutan, selanjutnya masuk ke acara inti yaitu sosialisasi tentang manfaat sabut kelapa dan potensi cocodama. Para peserta diberikan pengetahuan dasar tentang proses pengolahan sabut kelapa menjadi cocodama, termasuk teknik-teknik pemilihan sabut kelapa yang berkualitas, cara mengolah sabut menjadi media tanam yang baik dan bagaimana cara membentuk bola sabut kelapa ideal untuk cocodama hingga cara perawatannya.

Pelatihan juga dilengkapi dengan penjelasan mengenai berbagai jenis tanaman yang cocok ditanam dalam cocodama. “Saya juga menjelaskan bahwa tanaman berbunga kecil sangat cocok untuk media ini,” katanya.

Selain itu, peserta juga diajarkan cara merawat cocodama agar tetap indah dan sehat, termasuk cara penyiraman, pemupukan dan penempatan yang tepat. Setelah pemaparan materi, para peserta diajak untuk langsung mempraktekkan pembuatan cocodama.

Setiap peserta membentuk sebuah kelompok, yang mana setiap kelompok diberikan bahan-bahan yang diperlukan, termasuk sabut kelapa, tanaman hias dan tali untuk mengikat cocodama.

Dalam sesi praktek ini, para peserta didampingi mahasiswa KKN Unisri yang sudah paham tentang cara pembuatan cocodama sehingga para peserta dapat langsung bertanya dan mendapatkan bimbingan apabila menghadapi kesulitan.

Hasil praktek peserta ini kemudian dipamerkan di akhir acara sebagai bentuk apresiasi dan motivasi untuk terus berkreasi. Dijelaskannya, antusiasme terlihat jelas dari wajah-wajah para ibu PKK yang mengikuti pelatihan ini.

Banyak dari mereka yang baru pertama kali mengenal cocodama dan merasa bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga.

“Pelatihan ini bukanlah akhir, tetapi awal dari perjalanan kita bersama untuk memajukan desa. Kami berharap ibu-ibu sekalian dapat terus mengasah keterampilan yang telah dipelajari hari ini, dan ke depannya mampu menciptakan produk-produk lain yang memiliki nilai tambah,” ujarnya. (Heris)

Komentar