Portalika.com [SRAGEN] – Melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) UNISRI 2026, Vincentya Rafa Fadhilah Salzabilla mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) mengambil peran dalam membentuk generasi muda yang melek finansial.
Salah satu program yang dijalankan adalah Si Kecil Hemat, sebuah inisiatif literasi keuangan dasar untuk siswa kelas 2 SD Negeri Tanon 1, Kabupaten Sragen.
Dipilihnya siswa kelas 2 sebagai sasaran bukan tanpa alasan. Usia sekolah dasar merupakan masa krusial dalam menanamkan nilai dan kebiasaan.
Dengan pendekatan edukasi dan pendampingan, program ini berupaya membekali anak-anak dengan pemahaman sederhana tentang uang sejak dini.
Perjalanan program ini dimulai pada Senin, 20 Juli 2026. Hari itu menjadi momen perkenalan pertama ke SD N Tanon 1. Selain bersilaturahmi, agenda utama adalah memaparkan konsep Si Kecil Hemat kepada pihak sekolah agar kegiatan dapat disinergikan dengan program sekolah.
Seminggu kemudian, pada Senin, 27 Juli 2026, dilakukan pematangan konsep bersama Anni Waliyati, SPd, wali kelas 2. Dalam forum tersebut, materi pembelajaran dan alat peraga dipresentasikan.
Berbagai masukan membangun diberikan, dan disepakati bahwa kegiatan inti akan dibagi menjadi dua pertemuan di tanggal yang berbeda.
Pertemuan pertama bersama siswa digelar Kamis, 30 Juli 2026. Mengusung suasana belajar sambil bermain, anak-anak diajak mengenal lebih dekat dengan Rupiah. Mulai dari bentuk uang kertas, uang logam, hingga nilai-nilainya.
Lebih dari itu, mereka juga diajak berpikir untuk apa uang itu, bagaimana cara menggunakannya dengan tepat, dan kenapa kita harus bisa menahan diri antara “mau” dan “butuh”.
Pada Sabtu, 8 Agustus 2026, kegiatan berlanjut dengan sesi praktik. Dengan semangat, siswa mengubah botol plastik bekas menjadi celengan unik. Mengecat, menempel stiker, hingga menghias sesuai imajinasi mereka.
Setelah jadi, celengan itu langsung difungsikan untuk menabung. Dari sini dua nilai sekaligus ditanamkan: disiplin menyisihkan uang dan cinta lingkungan lewat daur ulang.
Dampak yang ingin dicapai dari program ini cukup luas. Di sisi siswa, diharapkan muncul kesadaran untuk mengelola uang secara bijak dan kebiasaan menabung yang konsisten.
Di sisi sekolah, kegiatan ini menjadi penguat pendidikan karakter yang berbasis praktik nyata. Sementara untuk KKN UNISRI 2026, program ini sejalan dengan semangat menciptakan kemandirian ekonomi mulai dari hal-hal kecil.
Seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar berkat kolaborasi erat dengan Kepala Sekolah dan Guru Kelas 2 SDN Tanon 1. Dukungan, arahan, serta antusiasme dari pihak sekolah menjadi energi utama dalam pelaksanaan “Si Kecil Hemat”. Ke depan, diharapkan benih literasi keuangan yang ditanam hari ini akan tumbuh menjadi pondasi kemandirian bagi anak-anak. (*)
Editor: Suryono












Komentar