Portalika.com [SRAGEN] – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi Surakarta mendorong penguatan pemasaran digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Japoh, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen.
Upaya tersebut dilakukan melalui program kerja individu bertajuk Optimalisasi Pemasaran Digital UMKM melalui Pendaftaran Google Maps di Desa Japoh. Program ini dilaksanakan Purlita Ramadhani, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Program Studi Manajemen, pada Selasa, 21 Juli 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan KKN PPM Universitas Slamet Riyadi Surakarta Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung di Desa Japoh.
Program ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran UMKM di Desa Japoh. Berdasarkan hasil observasi dan pendataan, masih terdapat pelaku UMKM yang belum mendaftarkan lokasi usahanya pada Google Maps.
Kondisi tersebut membuat keberadaan usaha menjadi kurang mudah ditemukan, terutama oleh calon konsumen yang berasal dari luar wilayah desa.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memberikan pendampingan secara langsung kepada pelaku UMKM dalam proses pendaftaran lokasi usaha pada Google Maps.
Pendampingan meliputi koordinasi dengan pemilik usaha, pengisian dan verifikasi data usaha, penentuan lokasi, hingga dokumentasi informasi usaha.
“Program ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memiliki identitas digital sehingga masyarakat dapat lebih mudah menemukan lokasi dan memperoleh informasi mengenai usaha yang tersedia di Desa Japoh,” demikian tujuan yang tercantum dalam laporan program kerja individu tersebut.
Dalam pelaksanaannya, program menyasar pelaku UMKM Desa Japoh, khususnya usaha yang belum memiliki lokasi terdaftar di Google Maps. Kehadiran informasi usaha secara digital diharapkan tidak hanya memudahkan konsumen dalam menemukan lokasi, tetapi juga membantu pelaku UMKM memperluas jangkauan promosi dan meningkatkan daya saing usaha.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lokasi sejumlah UMKM berhasil didaftarkan pada Google Maps. Profil usaha yang dibuat memuat sejumlah informasi penting, seperti nama usaha, alamat, titik lokasi, jam operasional, nomor kontak, dan foto usaha.
Beberapa luaran yang tercantum dalam laporan antara lain profil Warung Amel, Pentol Goreng Buwar, dan Kedai Alvino.
Selain menghasilkan profil usaha di Google Maps, kegiatan tersebut juga memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM mengenai pentingnya pemasaran digital.
Pelaku usaha menjadi lebih mengetahui manfaat keberadaan digital atau digital presence dalam membantu masyarakat menemukan informasi mengenai produk dan lokasi usaha mereka.
Pelaksanaan program tidak sepenuhnya berjalan tanpa hambatan. Sejumlah kendala yang ditemui antara lain keterbatasan pemahaman pelaku UMKM terhadap Google Maps, proses verifikasi profil usaha yang membutuhkan waktu, keterbatasan akun digital pada sebagian pelaku usaha, serta kondisi jaringan internet yang kurang stabil di beberapa lokasi.
Kendala tersebut diatasi melalui pendampingan langsung dan komunikasi antara mahasiswa KKN dengan pelaku UMKM.
Program digitalisasi UMKM ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi.
Dengan adanya pendampingan tersebut, pelaku UMKM diharapkan dapat terus mengelola dan memperbarui informasi usaha pada Google Maps secara mandiri sehingga keberadaan usaha mereka tetap aktif, akurat, dan mudah ditemukan oleh calon konsumen.
Ke depan, digitalisasi UMKM di Desa Japoh diharapkan tidak berhenti pada pendaftaran lokasi usaha saja. Pengembangan dapat dilanjutkan melalui optimalisasi Google Business Profile, pemanfaatan media sosial, penguatan digital branding, fotografi produk, serta strategi pemasaran digital lainnya.
Sinergi antara pemerintah desa, perguruan tinggi, mahasiswa, dan pelaku UMKM menjadi penting agar proses transformasi digital dapat terus berjalan dan memberikan dampak terhadap daya saing serta pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Japoh. (*)
Editor: Suryono












Komentar