Tim Hibah MBKM UNS Gelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos Di Desa Sumberejo, Magelang

banner 468x60

Portalika.com [MAGELANG] – Tim Hibah Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta tahun 2023 menyelenggarakan seminar pembuatan kompos dari limbah sayuran dengan pemanfaatan Effective Microorganism (EM4).

Kegiatan dilakukan dengan mengajak dua kelompok tani dari Desa Sumberejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang yaitu Kelompok Tani Bumi Lestari dan Kelompok Tani Ngesti Subur, Minggu, 3 Desember 2023.

banner 300x250

Kegiatan dilatarbelakangi karena melihat banyaknya limbah pascapanen yang dibiarkan membusuk dan tidak dimanfaatkan dengan baik sehingga mengakibatkan pencemaran lingkungan seperti bau tidak sedap dan mengundang banyak lalat di lingkungan.

Baca juga: Rektor UNS: Sesuatu Tidak Turun Begitu Saja Dari Langit, Melainkan Butuh Disongsong Dan Diperjuangkan

Didukung petani Desa Sumberejo yang mayoritas pengguna sistem pertanian organik, tim Hibah MBKM UNS memunculkan gagasan untuk memanfaatkan limbah sayuran tersebut dengan melaksanakan seminar dan pelatihan pembuatan kompos dari limbah sayuran menggunakan EM4. Harapannya, seminar tersebut dapat memberikan solusi terkait permasalahan tersebut.

Ketua Tim Hibah MBKM UNS, Muhammad Fadel Apandi menyampaikan gagasannya kepada salah satu penyuluh dari Badan Penyuluh Pertanian Kecamatan Ngablak yang bertugas di Desa Sumberejo. Gagasan tersebut mendapatkan respon positif dan dari Badan Penyuluh Pertanian bersedia menjadi pemateri dalam kegiatan seminar dan pelatihan pembuatan kompos.

Mahasiswa FP UNS menyerahkan dua drum untuk kelompok tani Sumberejo di Magelang. (Portalika.com/Ist)

Dalam kegiatan ini, disampaikan informasi tentang pentingnya kompos dalam usahatani serta pembuatan kompos mulai dari persiapan alat dan bahan hingga pelatihan pembuatan kompos.

Pelatihan pembuatan kompos dimulai dengan mencacah limbah sayuran yang telah dikumpulkan sebelumnya. Tahapan selanjutnya yaitu mencampurkan air, gula dengan cairan EM4 sesuai takaran yaitu 1:1:50 sesuai dengan yang disampaikan dalam kegiatan seminar sebelumnya.

“Limbah sayuran yang telah dicacah kemudian dimasukkan ke dalam drum plastik bersama dengan larutan EM4 sebelumnya. Campuran bakal kompos tersebut ditutup rapat dan disimpan selama dua minggu untuk mendapatkan hasil kompos siap pakai,” ujar Fadel yang juga sebagai mahasiswa Program Studi (Prodi) Agribisnis Fakultas Pertanian (FP) UNS.

Salah satu petani menyampaikan pesan semoga kegiatan semacam ini dapat terus diadakan karena menambah wawasan petani mengenai pentingnya pengelolaan limbah sayuran yang ramah lingkungan. Tidak hanya itu, tim Hibah MBKM UNS juga menyumbangkan drum plastik dan cairan EM4 kepada masing-masing kelompok tani Desa Sumberejo agar kedepannya kegiatan ini dapat diimplementasikan secara mandiri.

Penyuluh Desa Sumberejo, Ali Sunah, mengungkapkan banyak mahasiswa yang sudah melakukan pengabdian atau penelitian di Desa Sumberejo. “Tapi baru pertama kali ini saya mengetahui ada mahasiswa UNS yang melakukan pengabdian dan penelitian di Desa Sumberejo. Harapannya setelah kegiatan pengabdian dan penelitian ini berakhir, Desa Sumberejo akan menjadi pilihan lagi untuk melakukan kegiatan serupa,” ujar Ali Sunah.

Melalui seminar pelatihan dan pembuatan kompos dari limbah sayuran ini, diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mendorong para petani di Desa Sumberejo. Petani diharapkan berperan aktif dalam mengelola limbah sayur menjadi kompos secara berkelanjutan sehingga dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan pertanian yang berkelanjutan. (Triantotus)

Komentar