Portalika.com [SUKOHARJO] – Pelaksanaan program kerja (proker) utama tim KKN UNS 231, yakni pembentukan Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) untuk mewujudkan desa tangguh bencana (Destana), Senin, 19 Agustus 2024 di Balaidesa Trosemi. Kegiatan tersebut dibuka Kepala Desa Trosemi, Suranto dan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh pembicara dari BPBD Sukoharjo.
Kegiatan pembentukan forum ini dihadiri oleh dosen pembimbing lapangan (DPL) tim KKN 231, Dr Ir Ida Nugroho Saputro, ST, MEng serta masyarakat Desa Trosemi. Tim KKN itu terdiri atas Ahmada Aliftano Nugroho prodi Ilmu Hukum, Bima Dwi Saputra (Ilmu Hukum), Evilyn Novariska Wahyudi (Ilmu Hukum).
Kemudian Latifah Nuraeni/ (Kimia), Muhammad Hanif Al Farisi (Teknik Industri), Muhammad Zaid Tsabit (Ilmu Hukum), Naufal Bima Kurniawan (Agroteknologi), Pratama Azka Saputra (Fisika) dan Songia Dwi Wijaya (Kedokteran) serta Vinsencia Clara Adwina Laksono (Ilmu Hukum).
Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo, Aryanto menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan Destana sebelum terjadinya bencana, saat bencana dan sesudah bencana karena bencana tidak hanya terbatas pada bencana alam tetapi bisa juga bencana lainnya seperti covid kemarin.
Walaupun Desa Trosemi tidak dikategorikan sebagai wilayah yang rawan bencana, tetapi kita tetap harus berusaha untuk mengantisipasi jika terjadi bencana. “Jangan sampai saat terjadi bencana, masyarakat bingung dan perangkat desa juga bingung. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan diri dulu jika terjadi bencana,” katanya.
Kegiatan pembentukan FPRB ini diawali dengan sosialisasi Destana dan pembentukan FPRB. Adanya FPRB yang melibatkan perangkat desa, ibu-ibu PKK, karang taruna, linmas, kader posyandu dan perwakilan warga dari tiap RT diharapkan mampu mengurangi risiko bencana, seperti memberikan masukan-masukan terkait kebencanaan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan bencana yang mungkin terjadi di desa.
“Forum ini merupakan tempat bertemunya atau wadah tempat berkumpulnya para pihak yang memiliki kepentingan yang sama terhadap kepedulian pengurangan resiko bencana. FPRB juga harus melibatkan berbagai macam lembaga-lembaga lintas usia. Harapannya, jika terjadi bencana, FPRB siap memenuhi kebutuhan masyarakat desa,” ucap Afif Khairudin, selaku fasilitator Destana.

Selain itu, FPRB juga bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat desa jika terjadi bencana. “Tak hanya FPRB, kegiatan ini juga bertujuan menyiapkan relawan desa. FPRB dan relawan desa merupakan struktur yang berbeda namun dalam keberjalanannya beriringan,” ujar Iqbal Juniartha dari perwakilan BPBD Sukoharjo.
Animo masyarakat yang cukup tinggi dalam kegiatan ini dibuktikan dengan kesigapan masyarakat untuk terlibat aktif dengan mengikuti FPRB serta menjadi relawan bencana. Harapannya, dengan adanya kegiatan seperti ini, Desa Trosemi dapat menjadi Desa Tangguh Bencana sehingga mengurangi kerugian akibat bencana. Masyarakat desa juga diharapkan dapat melakukan mitigasi kebencanaan sebelum terjadi bencana, saat bencana, dan sesudah bencana. (Triantotus)












Komentar