Timwas Haji DPR RI Minta Pemulangan Jemaah Haji Lancar

DPR Siapkan Revisi Dua Undang-Undang

banner 468x60

Portalika.com [MEKAH] – Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Abidin Fikri menyampaikan perhatian penuh terhadap kelancaran proses pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air serta penanganan jemaah yang meninggal dunia dan masih dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI ini juga menegaskan Komisi VIII DPR RI bersama Timwas Haji terus memantau proses pemulangan jemaah haji agar berjalan tertib, aman, dan sesuai jadwal.

banner 300x250

“Kami mendesak upaya Kementerian Agama dan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji [PPIH] harus memastikan jemaah kembali ke Tanah Air dengan nyaman dan segera berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi agar dapat mengantisipasi kendala perubahan jadwal penerbangan,” ujarnya di Mekah, Arab Saudi, dikutip dpr.go.id, Selasa, 10 Juni 2025.

Terkait jemaah haji yang meninggal dunia, Abidin menekankan pentingnya pemenuhan hak-hak mereka, termasuk pemulasaran jenazah, pelaksanaan asuransi dan pengembalian barang pribadi kepada keluarga.

“Hingga saat ini, berdasarkan data Kementerian Agama, sejumlah jemaah haji Indonesia telah wafat di Tanah Suci. Kami meminta PPIH memastikan semua hak jemaah yang wafat terpenuhi sesuai ketentuan, termasuk proses administrasi yang transparan dan komunikasi yang baik dengan keluarga,” kata Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Abidin juga menyoroti jemaah haji yang masih dirawat di RSAS. Ia meminta pemerintah, melalui PPIH, untuk terus memberikan pendampingan penuh meskipun rangkaian pelaksanaan haji telah selesai.

“Jemaah yang masih dirawat adalah tanggung jawab kita bersama. Pemerintah harus memastikan mereka mendapatkan perawatan terbaik, pendampingan medis dan komunikasi dengan keluarga di Indonesia hingga kondisinya memungkinkan untuk pulang atau ditangani lebih lanjut,” tegasnya.

Lebih lanjut Abidin menegaskan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan haji 2025, termasuk peningkatan sistem kesehatan dan koordinasi dengan rumah sakit di Arab Saudi.

“Kami sedang mempersiapkan revisi dua undang-undang, yaitu UU Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah serta UU Pengelolaan Keuangan Haji, untuk memastikan regulasi yang adaptif terhadap dinamika kebijakan Arab Saudi dan kebutuhan jemaah,” ungkapnya.

Portalika.com/dpr.go.id

Abidin menyampaikan turut berduka dan mendoakan atas jemaah haji yang telah wafat dan yang masih dirawat, Semoga keluarga yang ditinggalkan ikhlas, sabar dan tabah, serta yang sedang dalam perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi semoga lekas sembuh diberikan kemudahan dan keselamatan.

Lansia Kelelahan

Sementara itu, pagi itu matahari belum terlalu terik ketika ribuan jemaah haji Indonesia bersiap meninggalkan Tanah Suci setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji, termasuk tawaf wada di Masjidil Haram.

Di tengah hiruk-pikuk arus jemaah, Ketua Tim Pengawas Haji (Timwas Haji) DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal mendapati pemandangan yang membuat langkahnya terhenti, seorang jemaah lansia tampak kelelahan dan kebingungan seorang diri.

Jemaah tersebut adalah pria berinisial MAZ, asal Surabaya, tergabung dalam Kloter SUB 87 Rombongan 3. Ia terpisah dari rombongan usai melaksanakan tawaf wada. Diduga kelelahan setelah perjalanan dari Mina ke Masjidil Haram, MAZ kehilangan arah untuk kembali ke hotel.

“Saya lihat Bapak ini sendirian, terlihat lelah dan bingung. Akhirnya saya hampiri dan coba bantu tanya beliau dari mana, tinggal di hotel mana,” ujar Cucun, mengenang peristiwa tersebut di Mekah, Arab Saudi, Selasa.

Cucun langsung berinisiatif menenangkan MAZ sembari mencari informasi dari gelang identitas yang dikenakan sang jemaah. Berbekal gelang dan bantuan jemaah lainnya, ia berusaha menelusuri titik kloter dan rombongan.

Di tengah proses tersebut, petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) datang dan segera mengambil alih penanganan.

Beruntung, MAZ akhirnya bisa diantar kembali ke hotel tempatnya menginap oleh petugas. Insiden ini, menurut Cucun, menjadi gambaran nyata pentingnya kesiapsiagaan petugas di hari-hari terakhir ibadah haji.

“Ini momen pasca puncak haji. Seharusnya petugas sudah kembali siaga, apalagi di area Masjidil Haram. Mereka harus tahu cara menangani jemaah yang tersasar seperti ini, dari identifikasi gelang, lokasi hotel, sampai pengantaran,” ungkap Politisi Fraksi PKB ini.

Menurut Cucun, peristiwa tersebut akan menjadi salah satu catatan evaluasi bagi Timwas Haji DPR RI, terutama terkait sistem pemantauan jemaah lanjut usia dan kondisi pasca Mina, di mana banyak jemaah mengalami kelelahan fisik.

“Ini bukan hanya soal kesiapan teknis, tapi soal kemanusiaan. Jangan sampai ada jemaah yang tersesat atau telantar tanpa pertolongan,” tegas Wakil Ketua DPR RI ini. (rdn/dpr.go.id)

Editor: Suryono

Komentar