519 Personel Keamanan Kolaborasi Dibekali Beladiri dan Kemampuan Penanganan Kerusuhan

banner 468x60

Portalika.com [SUKOHARJO] – Polres Sukoharjo menggelar simulasi penanganan kegiatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan situasi kontingensi, termasuk skenario unjuk rasa yang berujung anarkis.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan lintas instansi guna menguji kesiapsiagaan personel dalam menghadapi kemungkinan terburuk di lapangan.

banner 300x250

Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo menjelaskan, latihan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kemampuan personel dalam menangani dinamika situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Pada hari ini kita melaksanakan latihan simulasi penanganan kegiatan masyarakat yang berimplikasi pada kontingensi, yakni adanya unjuk rasa yang berakhir anarkis. Dalam kegiatan ini, kita juga berkolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI, dan stakeholder lainnya,” ujarnya.

Latihan sengaja digelar di lingkungan kantor pemerintah daerah dengan izin Bupati Sukoharjo, guna menghadirkan gambaran situasi yang lebih realistis apabila terjadi peristiwa serupa di wilayah Kabupaten Sukoharjo.

Portalika.com/Eka

Menurut Kapolres, melalui pelatihan ini pihaknya ingin memastikan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi. Meski demikian, ia berharap kondisi tersebut hanya terjadi dalam simulasi latihan.

“Kita mempersiapkan kemungkinan-kemungkinan terburuk. Namun tentu kita berharap situasi seperti ini hanya terjadi dalam latihan, bukan dalam kondisi nyata. Dengan pelibatan seluruh stakeholder serta peningkatan kemampuan personel dan sarana-prasarana, kita optimistis Kabupaten Sukoharjo siap menghadapi situasi apapun,” tegasnya.

Secara teknis, latihan ini merupakan bagian dari Pelatihan Pengendalian Huru-Hara (PHH) yang mengacu pada tahapan penanganan sesuai prosedur, mulai dari situasi hijau (aman), kuning (waspada), hingga merah (anarkis).

Dalam simulasi tersebut, diperagakan berbagai tahapan penanganan, mulai dari peran negosiator, Dalmas awal, hingga tindakan tegas terhadap pelaku kerusuhan.

Selain itu, personel juga menampilkan kemampuan bela diri, kerja sama tim, serta penggunaan sarana dan prasarana dalam mendukung pelaksanaan tugas di lapangan. Evaluasi terhadap jalannya latihan akan dilakukan sebagai bahan perbaikan dan pengembangan ke depan.

Dalam kegiatan ini, total sebanyak 519 personel diterjunkan, terdiri dari sekitar 400 personel Polres Sukoharjo serta dukungan sekitar 60 personel dari unsur TNI dan pemerintah daerah.

Dengan latihan ini, diharapkan sinergitas antarinstansi semakin solid serta mampu memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat dalam setiap situasi. (Prasetyo/*)

Editor: Triantotus

Komentar