Portalika.com [KLATEN] – Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Jateng berkolaborasi dengan Fakultas Keuangan Antar Bangsa Labuan, Universiti Malaysia Sabah (UMS), dalam program pengabdian lintas negara yang digelar di Desa Kebon, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Kamis 28 Agustus 2025.
Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan literasi keuangan dan pemasaran bagi perajin batik tulis setempat, sekaligus mempererat hubungan budaya antara Indonesia dan Malaysia.
Wakil Rektor Bidang Akademik Unisri, Saiful Bahri, dalam siaran pers menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang baik bagi para pengrajin agar mampu mengembangkan usaha sekaligus memperluas pasar.
“Kegiatan kolaborasi ini bukan hanya menjadi sarana tukar pengalaman dan pengetahuan dalam pengelolaan keuangan, tetapi juga ajang promosi batik tulis ke kancah internasional, khususnya ke Malaysia,” papar dia belum lama ini.
Selain kegiatan di Desa Kebon, tim UMS Sabah juga mengadakan rangkaian agenda akademik di Unisri. Termasuk penyusunan artikel ilmiah bersama dosen dan mahasiswa, serta mengisi kuliah tamu di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unisri.
Dia mengungkapkan kolaborasi ini menjadi wujud nyata kemitraan yang telah terjalin erat antara Unisri dan UMS selama tiga tahun terakhir.
Sementara itu Ketua Tim UMS, Dr Anath Rau Krishnan menjelaskan, kegiatan ini merupakan inisiatif murni mahasiswa Fakultas Keuangan Antar Bangsa UMS.
“Kami ingin mengembangkan keterampilan mahasiswa dalam bermasyarakat dan berkontribusi secara bermakna di tingkat global,” kata dia sambil menambahkan rombongan UMS terdiri atas tujuh mahasiswa, didampingi tiga dosen.
Terkit kerja sama ini pemilik Kelompok Usaha Batik Tulis Kebon Indah, Dalmini, menyambut positif kegiatan ini. Menurut dia, selain memberikan inspirasi, kolaborasi tersebut juga menjadi peluang untuk mengenalkan produk batik tulis Kebon Indah ke Malaysia.
“Kami berharap produk kami yang berkualitas tinggi dengan harga terjangkau ini dapat menembus pasar internasional,” papar dia.
Saat ini, kelompok usaha ini terdiri atas 25 perajin perempuan yang memproduksi berbagai motif batik seperti Wjaya Kusuma, Cuwiri, Sido Drajat, Sidoasih, dan Kawung. (Iskandar)












Komentar