Unisri Gandeng PT Mandom Indonesia Bekali Calon Wisudawan Kemampuan Bersaing Di Bursa Kerja

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Ketatnya persaingan antarpara pencari kerja untuk mendapat pekerjaan akhir-akhir ini membuat Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo, Jateng tak tinggal diam.

Agar para alumninya mampu bersaing dengan pencari kerja lainnya Unisri bekerja sama dengan PT Mandom Indonesia membekali para calon wisudawan dengan berbagai keterampilan.

banner 300x250

Untuk itu Rektor Unisri, Prof Dr Sutoyo menggelar acara setengah tahunan menjelang wisuda dengan agenda pelatihan pengembangan kepribadian atau personal excellent.

Acara Pendikan dan Latihan (Diklat) Pengembangan Kepribadian Bagi Lulusan Sarjana Periode Tahun 2025 Unisri di kampus setempat, Sabtu, 25 Oktober 2025 ini bertajuk Membangun Profesionalisme dan Percaya Diri dalam Memasuki Dunia Kerja yang Dinamis ini diikuti sekitar 746 calon wisudawan.

“Acara ini digelar untuk memberi pembekalan kepada para calon lulusan Unisri agar memiliki motivasi kuat, kemudian harus memahami tentang bagaimana bersikap, berperilaku dan berpenampilan diri di tengah-tengah kehidupan masyarakat,” ujar dia menjawab pertanyaan awak media seusai memberi sambutan.

Menurut dia acara ini perlu diadakan dan pihaknya menggandeng PT Mandom Indonesia. Kerja sama ini sudah yang kesekian kalinya dan akan terus dilanjutkan sampai kapanpun.

Dia menjelaskan acara ini merupakan komitmen kedua pihak. Pihaknya sengaja menggandeng PT Mandom Indonesia karena dinilai sebuah perusahaan besar yang bergerak di bidang kosmetik dan itu pantas untuk sarana mendukung penampilan diri.

Selain itu pihaknya juga mengundang para pemateri dari PT Mandom Indonesia, General Manager Sunan Hotel, Solo dan dari internal Unisri supaya betul-betul menjadi sesuatu yang luar biasa. Kegiatan ini wajib diikuti setiap mahasiswa yang akan wisuda.

Berdasar catatannya sebanyak 746 peserta calon wisudawan mengikuti acara ini. Selain itu mereka juga mendapat kemampuan Bahasa Inggris, sertifikat nasional kaitannya dengan kewirausahaan dan digital marketing.

Rektor Unisri Solo, Jateng, Prof Dr Sutoyo (tengah) didampingi Perwakilan PT Mandom Indonesia di Solo, Agus Kristianto (kiri) menjawab pertanyaan media di Kampus Unisri, Solo, Jateng, Sabtu, 25 Oktober 2025. (Portalika.com/Iskandar)

Guna menyemarakkan suasana pihaknya nangggap band dan menyediakan hadiah menarik yang istimewa yang lebih baik dari biasanya.

Sementara itu Perwakilan PT Mandom Indonesia di Solo, Agus Kristianto mengatakan kegiatan ini dikemas beda dibanding tahun-tahun lalu. Kalau tahun lalu pesertanya paling hanya 350-400 orang, kali ini peserta dinilai luar biasa sebab melonjak menjadi 700 peserta lebih.

Karena itu pihaknya mengapresiasi dengan doorprize menarik dan lain-lain. Sebab Unisri adalah kampus yang pertama kali kerja sama di Solo dengan Mandom. Sehingga pihaknya tidak bisa lepas dari Unisri.

“Ini merupakan aprsiasi terhadap Unisri. Karena Unisri merupakan kampus pertama kali kami menggelar acara goes to campus, setelah Unisri baru kemudian diuikuti kampus-kampus lainnya. Makanya Unisri tetap ada di hati,” ungkap dia.

Banyak Gunakan Produk Mandom

Selain Unisri dia mengklaim banyak kampus lain di Solo Raya yang rata-rata sudah menggunakan produknya yaitu Pixy dan Gatsby. Di antaranya UNS, Solo; UKSW, Salatiga dan sebagainya yang mengikuti Unisri.

Sedangkan materi yang diberikan kepada para calon wisudawan adalah cara untuk menghadapi dunia kerja sebaiknya apa yang harus dilakukan. Karena para calon wisudawan ini dianggap akan menghadapi dunia kerja secara riil.

Kalau mereka tidak dibekali dengan trik-trik dan teknik cara melamar pekerjaan, bikin CV dan sebagainya, ujar Agus, mereka akan keksulitan. Tapi yang paling utama sebenarnya adalah etika attitude.

Karena sekarang ini ketika ada ponsel dinilai bikin generasi muda terdampak pengaruh positif dan negatif. Selain itu kekurangpercayaan diri mereka akan dibantu dan ditumbuhkembangkan di situ sehingga mereka lebih percaya diri.

“Sisi positif misalnya orang bisa bekerja dengan jualan online atau lainnya, sisi negatifnya orang cenderung lebih berdiri sendiri sehingga terkungkung dengan diri sendiri. Mereka juga minim bertegur sapa langsung karena hanya melalui handphone,” kata dia. (Iskandar)

Komentar