Wakil Walikota Surakarta Dorong Generasi Muda Bangga Berbahasa Daerah di Festival Tunas Bahasa Ibu 2025

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] — Wakil Walikota Astrid menyampaikan penyelenggaraan Festival Tunas Bahasa Ibu memiliki makna strategis sebagai upaya melestarikan, mengembangkan, dan memuliakan bahasa daerah sebagai warisan luhur bangsa Indonesia.

“Bahasa ibu adalah akar budaya, sumber kearifan lokal, dan bagian dari identitas bangsa yang harus terus dijaga di tengah derasnya arus globalisasi. Kegiatan ini bukan sekadar lomba atau festival, melainkan sebuah gerakan kebudayaan yang menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap bahasa daerah, khususnya di kalangan generasi muda,” ujar Astrid.

banner 300x250

Pernyataan itu disampaikan Wakil Walikota Surakarta saat menghadiri pembukaan Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 yang diselenggarakan di Grha Saba Buana, Surakarta, Selasa, 14 Oktober 2025.

Acara ini diikuti oleh peserta dari seluruh kabupaten/kota se-Jawa Tengah dan menjadi ajang tahunan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa daerah di kalangan generasi muda.

Astrid menambahkan, kegiatan ini juga menjadi wadah pendidikan karakter bagi anak-anak agar tetap bangga menggunakan bahasa daerah, fasih berbahasa Indonesia, dan siap menghadapi dunia global dengan penguasaan bahasa internasional.

Portalika.com/Ariyanto

Wakil Walikota juga mengapresiasi capaian luar biasa yang diraih dalam rangkaian kegiatan festival tahun ini, yaitu pelaksanaan lomba menulis geguritan oleh 1.120 siswa se-Jawa Tengah yang tercatat dalam rekor MURI.

“Kami atas nama Pemerintah Kota Surakarta memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah serta seluruh pihak yang telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Surakarta dalam penyelenggaraan kegiatan ini,” ujarnya.

Astrid menegaskan, sebagai kota budaya, Surakarta akan terus berkomitmen menjaga kelestarian dan tradisi lokal agar tetap hidup dan relevan di masa kini. Menurutnya, tradisi yang kuat adalah pondasi bagi kemajuan yang berkarakter.

“Kami percaya, Festival Tunas Bahasa Ibu dapat terus berkelanjutan dan semakin berkembang menjadi wadah yang mempertemukan kreativitas, pendidikan, dan kebudayaan, serta menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam pelestarian bahasa daerah,” tambahnya.

Lebih lanjut Wakil Walikota mengajak seluruh peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaik dan membawa semangat pelestarian bahasa daerah ke tingkat yang lebih tinggi.

“Mari kita jaga, kita kawal bersama, dan kita lestarikan bahasa ibu kita, karena di sanalah jati diri bangsa Indonesia berakar,” kata Astrid. (Ariyanto)

Komentar