Wonogiri Deklarasi Tolak Kelompok Anarko

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI] – Pemerintah Kabupaten Wonogiri melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggelar kegiatan Pembinaan Organisasi Kemasyarakatan dan Deklarasi Zero Anarko, Rabu, 7 Mei 2025. Kegiatan digelar di ruang Khayangan Setda Kabupaten Wonogiri.

Hadir Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, Dandim 0728/Wonogiri, Letkol Inf Edy Ristriyono, Kapolres Wonogiri AKBP Jarot Sungkowo bersama unsur Forkopimda dan 50 lebih organisasi masyarakat, perguruan silat, ormas keagamaan, kepemudaan hingga tokoh masyarakat.

banner 300x250

Kepala Bakesbangpol Wonogiri, Rahmat Imam Santosa, menyampaikan kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman ormas terkait regulasi, kapasitas organisasi serta meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah.

Ia menegaskan Forkopimda memiliki dasar hukum jelas melalui PP No 12 Tahun 2022, UU No 17 Tahun 2013 dan UU No 23 Tahun 2014 dalam membina ormas untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno mengapresiasi keberadaan ormas di Wonogiri yang turut menjaga stabilitas dan menjadi mitra strategis pemerintah. Ia juga menyinggung beberapa kasus viral belakangan ini yang mencoreng citra Kabupaten Wonogiri dan menyerukan seluruh elemen masyarakat agar lebih peka terhadap lingkungan sekitar serta aktif menyebarkan nilai-nilai positif dan kebangsaan.

Portalika.com/Anom

Dipuncak kegiatan, seluruh elemen masyarakat yang hadir mendeklarasikan Zero Anarko. Pernyataan itu “Kami elemen masyarakat Wonogiri menyatakan: menolak Anarko serta mendukung Wonogiri zero Anarko. Siap menjaga kondusifitas di Kabupaten Wonogiri.”

Dandim 0728/Wonogiri, Letkol Inf Edy Ristriyono, menekankan pentingnya kekeluargaan, kebersamaan dan rasa syukur sebagai pondasi menjaga keutuhan bangsa. Ia juga meminta agar generasi muda menyebarkan energi positif di lingkungan dan media sosial.

Sementara itu, Kapolres Wonogiri, AKBP Jarot Sungkowo memberikan penekanan terkait pentingnya kewaspadaan terhadap infiltrasi kelompok Anarko serta mengingatkan kembali kesepakatan damai antar perguruan silat yang telah dicapai sejak 2019, agar tetap dijunjung tinggi.

Ia juga menyampaikan adanya potensi konflik yang perlu diantisipasi seperti gesekan antarperguruan dan aktivitas konvoi yang dapat mengganggu keamanan.

Kapolres berharap, kegiatan ini dapat menjadi titik awal penguatan peran ormas dalam mendukung pembangunan, menjaga kerukunan serta menjadikan Wonogiri sebagai wilayah yang aman, damai, dan berdaya saing tinggi. (*)

Editor: Suryono

Komentar