Wujudkan Kepedulian, LKS Nur Hasan Santuni 150 Anak Yatim dan Disabilitas di Aula Ponpes Barokah

banner 468x60

Portalika.com [SUKOHARJO] – Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Nur Hasan, organisasi sosial di bawah binaan LDII Kabupaten Sukoharjo, sukses menyelenggarakan acara santunan bagi sekitar 150 anak yatim dan penyandang disabilitas, Sabtu, 15 Maret 2025 di Aula Pondok Pesantren Barokah, Nandan, Sidorejo, Bendosari.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat tali silaturahmi serta menunjukkan kepedulian nyata bagi anak-anak binaan tanpa memandang kondisi fisik maupun latar belakang mereka.

banner 300x250

Acara ini dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap program kesejahteraan sosial. Seperti Muhammad Yusuf Romzi (Ketua LKS Nur Hasan), dr Yunia Wahdiyati, MSi (Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sukoharjo), H Machmud Lutfi Huzain (Anggota DPRD Kabupaten Sukoharjo) dan H Dalono Abdul Rosyid (Ketua DPD LDII Kabupaten Sukoharjo) serta H Mukhtar Hartanto, S.HI (Pembina LKS Nur Hasan) serta Sriyanto, SE (Kepala Desa Sidorejo, Bendosari).

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sukoharjo, dr Yunia Wahdiyati, memberikan apresiasi kepada LKS Nur Hasan atas inisiatif kemanusiaan ini. Dia menekankan kolaborasi adalah kunci utama dalam menangani isu sosial.

“Dinas Sosial tidak bisa berjalan sendiri; kami harus bergandengan tangan dengan LKS Nur Hasan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial. Bagi adik-adik sekalian, tetaplah semangat, jaga iman, dan rajin beribadah,” pesannya.

Ketua DPD LDII Kabupaten Sukoharjo, H Dalono Abdul Rosyid, mengingatkan setiap anak, terutama anak yatim, memiliki kedudukan yang sangat mulia di hadapan Allah SWT.

“Anak yatim itu mulia di hadapan Allah. Saya berpesan kepada para wali dan pendamping agar selalu sabar, tekun, dan terus mendampingi anak-anak ini hingga mereka dewasa dan mandiri,” tegas H Dalono.

Sedangkan Pembina LKS Nur Hasan, H Mukhtar Hartanto, SHI mengajak seluruh pengurus untuk tetap istiqomah dalam menjalankan program kemanusiaan demi mencetak generasi yang tangguh dan religius.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan santunan secara simbolis kepada anak yatim dan penyandang disabilitas, dilanjutkan dengan doa bersama. Acara kemudian ditutup dengan buka puasa bersama saat azan Magrib berkumandang, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat di lingkungan Pondok Pesantren Barokah. (Naharudin)

Komentar