Portalika.com [WONOGIRI] – Pemerintah Desa Mojopuro, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri bersama Camat, destana, anggota polsek, koramil dan dinas kehutanan Jatiroto serta tokoh peduli lingkungan melakukan upaya menanggulangi hama kera di wilayahnya, Minggu, 21 Desember 2025.
Diprakarsai Martani Jatiroto mereka melakukan penanaman 1.000 pohon di lereng Gunung kambengan, Jatiroto. Komunitas peduli lingkungan ini melakukan gerakan penanaman tanaman pengendali serangan kera.
Kepala Desa Mojopuro, Kasmo mengatakan gerakan penanaman pohon wujud kepedulian masyarakat lingkungan Jatiroto terhadap kelestarian hutan sekitar tempat tinggalnya.
Menurutnya sebanyak 1.000 bibit pohon yang ditanam tersebut merupakan bibit yang buahnya disukai kera. “Semoga pohon ini nanti bisa tumbuh subur mengingat ini musim penhujan,” tambahnya.
Dari Dinas Kehutanan Jatiroto, Mardi mengatakan bahwa selain menanam pohon ada satu kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan yakni merawat tanaman agar bisa tumbuh, karena tanaman baru akan bisa tumbuh dan berkembang baik setelah berusia 3 tahun keatas.
Dalam perawatan tanaman minimal dilakukan 2 kali dalam setahun, dengan membersihkan dari rumput maupun tanaman pengganggu disekitar tanaman.
“Selain itu teknik menanam pohon yang baik adalah membuat lubang dengan luas minimal 20 cm dan kedalaman 20 cm,” ujarnya.
Sementara itu Camat Jatiroto, Miran didampingi Kapolsek Iptu Pudiyono, mengatakan selain sebagai penghijauan, gerakan menanam pohon berbagai jenis buah-buahan tersebut juga sebagai antisipasi terhadap serangan kera.
“Sebagaimana diketahui bersama disaat kemarau ratusan kera di hutan gunung di wilayah jatiroto akan turun ke ladang dan sawah untuk mencari makan dikarenakan sulitnya mencari makan di hutan. Dengan menanam ribuan pohon buah-buahan maka makanan bagi kera akan tercukupi dan tidak mengganggu lagi,” katanya.
Populasi kera di hutan gunung wilayah Jatiroto setiap tahun bertambah dengan pesatnya, karena dalam satu tahun kera bisa beranak dua kali.
Kapolsek Jatiroto menambahkan upaya penanaman pohon yang diprakarsai oleh Martani, masyarakat lingkungan, destana Mojopuro tersebut adalah bukti nyata terhadap kelestarian hutan sekitar tempat tinggalnya.
“Kami sampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang berperan aktif dalam kegiatan ini, termasuk kepada Bapak Edi [Martani] yang telah membantu dalam pengadaan bibit tanaman. Wujud cinta alam, gerakan penghijuan akan mampu menjaga keseimbangan ekosistem di alam,” jelasnya. (Setyo Nugroho)
Editor: Triantotus












Komentar