Portalika.com [SURAKARTA] – Wakil Walikota Surakarta, Astrid Widayani menghadiri kegiatan Ujian Tahfidzh dan Kitab Program Beasiswa Cendekia yang diselenggarakan Badan Amil Zakat Nasional Kota Surakarta di Kota Surakarta, Senin, 16 Maret 2026.
Kegiatan ini diikuti 13 santri dan santriwati penerima beasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu dan akan mendapatkan pembinaan selama tiga tahun.
Sebanyak 13 peserta hadir didampingi orang tua masing-masing untuk mengikuti ujian tahfidzh sebagai bagian dari proses pembinaan dalam program beasiswa tersebut.
Astrid mengapresiasi peran Baznas yang dinilai konsisten hadir membantu masyarakat melalui berbagai program sosial dan pendidikan.
“Saya sangat bangga dengan Baznas yang selalu hadir untuk masyarakat. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa memberikan manfaat dan menguatkan cita-cita masyarakat, termasuk adik-adik yang hari ini mendapatkan beasiswa,” ujar Astrid.
Ia menegaskan, di tengah perkembangan kota yang semakin maju, semua pihak memiliki tanggung jawab untuk menjaga akhlak generasi muda.
“Kita punya tanggung jawab menjaga akhlak generasi muda di tengah kemajuan kota yang semakin pesat,” katanya.
Astrid juga mengingatkan bahwa hafalan Alquran tidak hanya berhenti pada kemampuan menghafal, tetapi juga harus dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan keluarga.
“Makna dari ujian tahfidzh ini bukan hanya dihafalkan, tetapi harus dipahami dan diterapkan, terutama di keluarga bersama orang tua,” ujarnya.
Ia berharap ilmu yang diperoleh para santri dapat membawa manfaat yang lebih luas.
“Ilmu yang didapatkan adik-adik semoga bisa bermanfaat bagi bangsa dan negara. Karena adik-adik ini adalah calon pemimpin masa depan. Kita semua bangga, karena tidak semua orang bisa dan mau seperti adik-adik di sini. Jangan hanya dihafalkan, tapi juga harus diamalkan,” katanya.
Usai kegiatan di Kantor Baznas, Astrid melanjutkan agenda ke Kantor Bank Jateng Syariah untuk menghadiri program “Bahagia Bersama 1.000 Janda Miskin dan Yatim” yang merupakan kolaborasi antara Baznas dan Bank Jateng Syariah.
Dalam kegiatan tersebut, Astrid berinteraksi langsung dengan para penerima manfaat sekaligus menyerahkan bantuan secara simbolis kepada janda miskin dan anak yatim sebagai bagian dari program kepedulian sosial.
Astrid mengatakan program bantuan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian bersama terhadap masyarakat yang membutuhkan.
“Kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban para janda miskin dan anak yatim. Semoga program seperti ini terus berlanjut dan semakin banyak pihak yang tergerak untuk berbagi serta memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat,” tandasnya. (Ariyanto)












Komentar