Portalika.com[SOLO] – Upaya Keraton Surakarta Hadiningrat untuk semakin moncer mengglobal dalam mengimbangi perkembangan zaman yang semakin pesat kini gencar dilakukan. Dalam hal ini Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hangabehi, putra PB XIII mengatakan tindak lanjut program digital Ekosistem Keraton Surakarta disingkat Projek Deksa menjadi salah satu solusi.
“Seperti dalam soft launching pada 27 September 2023 bahwa ini tak terlepas dari upaya Keraton Surakarta untuk semakin mengglobal. Keraton Surakarta tak mau lagi terlelap dengan keagungan dan kejayaan masa lalu saja. Kami para generasi muda penerus keraton terus membangun peradaban keraton agar dapat berjaya di dunia internasional,” ujar dia dalam konferensi pers di Ruangan Sidikoro Museum Keraton Surakarta Hadiningrat, Sabtu 20 Januari 2024.
Menurut dia salah satu solusi projek Deksa itu saat ini sudah dijalankan oleh kedua kakak Hangabehi yaitu Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Timur dan Gusti Kanjeng Raden Ayu (GRAy) Devi Lelyana Dewi. Kendati demikian ini masih perlu keseriusan untuk melaksanakannya.
Baca juga: Meriahnya Perayaan HUT Sabagiri Ke-36 di Pelataran Watu Kembar Keraton Kartasura
Sementara itu Pengageng Museum Keraton Surakarta Hadiningrat, GRAy Devi Lelyana Dewi mengatakan konfernsi pers pre-sale Token Masa yang digelar ini meupakan rangkaian acara menuju listing token Masa, token oficial Keraton Surakarta Hadiningrat yang akan dirilis pada Februari 2024.
Devi yang juga putri kedua Raja PB XIII, mengatakan ide pengembangan ekosistem digital ini datang dari Hangabehi yang merupakan kakak pertamanya. Dia menjelaskan kakaknya juga suka bermain crypto.
“Beliau ternyata juga suka main crypto. Kebetulan Pak Dendi sebagai developer dan expertis di bidang blog chance ya terus akhirnya tercetus gagasan untuk membuat project ini,” ungkapnya.
Di sisi lain Devi yang juga menjadi Pengageng Museum Keraton Surakarta menceritakan kondisi dan perkembangan kunjungan ke Museum Keraton Surakarta selama beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan.
“Data yang kami kumpulkan memang selama ini perkembangan sangat baik. Karena generasi sekarang lebih sedikit peduli dengan sejarah. Jadi untuk kenaikan pengunjung selama tahun ini ada kenaikan 35 persen sampai 40 persen sejak saya pegang museum,” ungkap dia.
Devi mengatakan meski saat ini kondisi museum sudah banyak berubah, namun diakui belum semuanya dapat diperbaiki. Hal itu terjadi karena pemasukan dari museum yang harus dibagi untuk maintenance di dalam keraton dan berbagai upacara di dalam keraton.
Dia berharap dengan adanya projek dan ekosistem yang sedang dibangun ini dapat membantu membangun keraton menjadi lebih baik. “Mudah-mudahan ini semua membawa kebaikan untuk keraton,” tegas dia.
Di bagian lain CEO Creaton Studio, Dendiawan Hendarto menjelaskan projek digitalisasi ekosistem Keraton Surakarta ini, diharapkan akan menjadi sumber ekonomi baru dari Keraton Surakarta melalui token Masa crypto.
“Kami akan menjual marchandise Keraton Surakarta dalam bentuk ofisial, reguler maupun eksklusif. Dari hasil penjualan itu sebagian akan masuk sebagai nilai dasar token crypto Masa. Itulah yang kita anggap underlying sama dengan uang yang beredar,” tandas Dendi. (Iskandar)












Komentar