Portalika.com [MADIUN] – Dalam rangka menghadapi assesmen lapangan (AL) yang akan dilaksanakan Senin, 22 Juli 2024, prodi Kebidanan D3 Universitas Muhammadiyah Madiun (Ummad) yang akan berubah menjadi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) melaksanakan simulasi.
Ada dua bagian simulasi AL yang dilakukan yaitu simulasi bukti dukung yang dilaksanakan Kamis, 18 Juli 2024 dan wawancara pada Minggu, 21 Juli 2024.
“Hari ini dilakukan proses simulasi bukti dukung AL dengan memeriksa kembali laboratorium kebidanan serta dokumen yang akan diperiksa asesoir pada saat AL nanti,” ujar Kaprodi Kebidanan D3 Ummad, Nisa Ardhianingtyas, SST, MKes, Kamis, 18 Juli 2024.
Baca juga: Keluarga Pasien Begitu Kritis. Pastikan Pelayanan Baik Dan Tanya Ke Perawat Secara Deteil
Nisa menerangkan simulasi bukti dukung AL dilakukan dengan memeriksa laboratorium-laboratorium yang digunakan praktik mahasiswa Kebidanan. Selain itu juga memeriksa dokumen borang akreditasi yang telah dipersiapkan tim gugus tugas.
“Ada 12 laboratorium yang diperiksa hari ini, 11 laboratorium kebidanan termasuk lab computer dan 1 laboratorium KDPK dan lab komunitas. Pemeriksaan dilakukan terkait modul praktikum, brosur penelitian, SOP penggunaan laboratorium dan alat,” terang Nisa Ardhianingtyas.
Sedang terkait pemeriksaan dokumen boring, diterangkan Nisa terkait dengan dokumen substansi dari 9 kriteria penilaian akreditasi.
Kemudian untuk simulasi wawancara akan dilaksakana pada hari Minggu, 21 Juli 2024 oleh Ketua Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Ummad Okti Sri Purwanti, MKep, NsSPKeb, MB.
“Simulasi wawancara ini akan melibatkan alumni, mahasiswa juga mitra atau pengguna alumni,” kata Nisa.
Nisa menambahkan asesmen lapangan Prodi Kebidanan Ummad melibatkan 18 orang yang masuk dalam tim gugus tugas (task force).
Asesmen Lapangan Prodi Kebidanan Ummad akan dilaksanakan Senin, 22 Juli 2024 dengan menghadirkan dua asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAM-PT Kes) yaitu Grietje Uktolseja Masyitha, SST, SKM, MKes dari Akademi Kebidanan Sismadi Jakarta serta Ruri Yuni Astari, SSiT, MKeb dari Universitas Yayasan Pendidikan Imam Bonjol Majalengka. (Pujoko/*)












Komentar