Portalika.com [SUKOHARJO] – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) tahun akademik 2023/2024 melaksanakan program edukasi di Balaidesa Langenharjo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo pada 1 Agustus 2024. Program kerja tersebut dilaksanakan untuk mencegah dan menangani stunting.
Kegiatan bertajuk Edukasi Kasus, Pencegahan dan Penanganan Stunting melalui Pendekatan Lintas Sektor (Peduli Gizi Anak untuk Cegah Stunting) ini, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran serta praktik masyarakat terkait gizi anak dengan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
Kegiatan ini dilatarbelakangi berdasarkan data yang diperoleh mengenai banyaknya anak penderita stunting di Desa Langenharjo.
Baca juga: Ecoprint: Seni Kreatif Yang Mendukung Keberlanjutan Bisnis Melalui Business Model Canvas
Terhitung ada 29 anak yang menderita stunting. Angka tersebut menempatkan Desa Langenharjo sebagai penderita stunting terbanyak di Kecamatan Grogol.
Hal ini menempatkan Desa Langenharjo sebagai wilayah prioritas untuk mendapatkan intervensi dan penanganan lebih intensif terkait stunting.
Kegiatan edukasi ini menyasar Kader Kesehatan Desa Langenharjo, yang memiliki peran penting dalam sosialisasi dan implementasi program kesehatan di masyarakat. Mahasiswa KKN Undip mengadopsi pendekatan lintas sektor, yang melibatkan berbagai bidang keilmuan.
Dengan melibatkan banyak bidang keilmuan, tim KKN ini berharap dapat menciptakan solusi yang komprehensif dan berkelanjutan dalam menangani stunting.
Salah satu bagian penting dari program ini adalah pembagian modul edukasi yang disusun secara khusus oleh tim KKN. Modul ini menggabungkan perspektif dari berbagai jurusan yang terlibat, termasuk teknik, kesehatan, bahasa, hukum, sains, ekonomi dan psikologi.
Setiap bidang memberikan kontribusi unik dalam memahami dan mengatasi stunting dari berbagai sudut pandang. Modul dari bidang teknik, misalnya, menawarkan solusi teknis dalam meningkatkan akses air bersih dan sanitasi, yang berdampak langsung pada kesehatan anak-anak.
Bidang kesehatan memberikan panduan rinci tentang kebutuhan gizi anak dan pentingnya pemantauan kesehatan secara berkala. Bidang sains memberikan informasi terkait menu yang bisa digunakan untuk mencegah dan menangani stunting.
Selain itu, bidang hukum berfokus pada aspek regulasi dan hak-hak anak, sedangkan bidang ekonomi memberikan wawasan tentang strategi pemberdayaan ekonomi keluarga untuk memastikan akses gizi yang memadai.
Sementara itu, bidang psikologi dan bahasa menyoroti dampak stunting terhadap kondisi mental dan perkembangan bahasa.
“Kolaborasi lintas sektor sangat penting dalam mengatasi masalah stunting yang kompleks ini. Dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu, kami berharap dapat menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” kata Bima Dea Putra Fadiaz, Koordinator Desa ketika menyampaikan materi di Balai Desa Langenharjo, Kamis, 1 Agustus 2024.
Modul ini diharapkan menjadi panduan yang berguna bagi kader kesehatan dalam mendampingi keluarga dengan anak-anak yang berisiko stunting.
Informasi yang disajikan dalam modul ini tidak hanya teoritis, tetapi juga praktis, sehingga dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Langenharjo.
Program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas kesehatan di Desa Langenharjo. Dengan adanya edukasi yang komprehensif dan modul lintas disiplin, diharapkan angka stunting di desa ini dapat ditekan secara signifikan.
Kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi yang baik bagi anak-anak juga diharapkan meningkat, sehingga masalah stunting dapat ditangani dengan lebih efektif.
Melalui pendekatan kolaboratif ini, Desa Langenharjo diharapkan mampu menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam upaya mengatasi permasalahan stunting yang masih menjadi tantangan besar di berbagai wilayah Indonesia. (*)
Penulis: Bima Dea Putra Fadiaz
Editor: Suryono












Komentar