Portalika.com [SUKOHARJO] – Sebagai bagian dari program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan oleh Kelompok 240 Universitas Sebelas Maret (UNS) di Kelurahan Sonorejo, Kecamatan dan Kabupaten Sukoharjo digelar kegiatan sosialisasi dan penyuluhan dengan tema Peran Generasi Muda dalam Melestarikan Budaya Wayang Tatah Sungging.
Kegiatan ini juga dilengkapi dengan pelatihan pranatacara untuk memberikan keterampilan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, dalam seni berbicara dan memandu acara tradisional.
Kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan Dyah Yuni Kurniawati, SSn, MSn selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari kelompok KKN 240 UNS.
Baca juga: KKN UNS Hadirkan Program Sanitasi UMKM Peternakan Ayam
Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 10 Agustus 2024 dihadiri oleh 48 peserta yang terdiri dari pemuda dan ketua RW setiap wilayah di Kelurahan Sonorejo. Kegiatan ini menghadirkan pembicara Drs Imam Sutarjo, MHum yang merupakan dosen Program Studi Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya UNS.
Kegiatan sosialisasi diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan generasi muda dalam melestarikan budaya wayang tatah sungging, yang merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang sangat berharga.
Pada sosialisasi ini, para peserta diberikan pemahaman tentang sejarah, teknik pembuatan, dan nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam wayang tatah sungging.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap generasi muda di Sonorejo dapat lebih mengenal dan mencintai budaya lokal serta berperan aktif dalam melestarikannya,” ujar Ketua Kelompok 240 KKN UNS, Pavita Safa.
Ia menambahkan peran generasi muda sangat krusial dalam menjaga keberlangsungan budaya ini agar tetap dikenal dan diapresiasi oleh generasi mendatang.
Selain sosialisasi, pelatihan pranatacara yang diadakan juga mendapatkan antusiasme yang tinggi dari peserta. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan berbicara di depan umum dengan baik dan benar, yang merupakan salah satu kemampuan penting dalam acara-acara formal dan tradisional.
Para peserta diajarkan teknik-teknik dasar pranatacara, seperti penyusunan susunan acara, penggunaan bahasa Jawa yang halus dan santun serta etika dalam memandu acara.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah setempat. Kelurahan Sonorejo yang diwakili Carik, Ibu Susilowati, SE, mengungkapkan, “Saya mengapresiasi usaha rekan-rekan KKN dari UNS yang berupaya melestarikan budaya lokal di desa kami ini, Desa Sonorejo melalui program-program yang edukatif dan bermanfaat bagi masyarakat.”
“Saya sangat berterima kasih atas ilmu yang didapat setelah mendengarkan materi yang dibawakan oleh narasumber acara ini. Saya merasa memperoleh ilmu baru yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya,” ujar salah seorang peserta yang bernama Kesit.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan akan ada kelanjutan dari upaya pelestarian budaya wayang tatah sungging dan peningkatan kemampuan pranatacara di Sonorejo, yang dilakukan oleh masyarakat setempat khususnya para pemuda. (Triantotus)












Komentar