Antisipasi 50 Persen Pemudik Melintas Jawa Tengah, Polres Sukoharjo Adakan Rakor Lintas Sektoral

banner 468x60

Portalika.com [SUKOHARJO] – Kepolisian Resort (Polres) Sukoharjo menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral untuk Operasi Ketupat Candi 2025, Rabu, 19 Maret 2025. Rakor ini dihadiri oleh berbagai instansi terkait, termasuk Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Kodim 0726/Sukoharjo, Dinas Perhubungan, serta stakeholder lainnya.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo, menyampaikan pentingnya koordinasi dalam pengamanan arus mudik, mengingat Sukoharjo merupakan bagian dari aglomerasi Soloraya. Berdasarkan survei, sekitar 50 % pemudik dari Jakarta dan Jawa Barat akan masuk ke Jawa Tengah, dan 30% di antaranya akan melewati wilayah Soloraya.

banner 300x250

“Kita perlu mengantisipasi peningkatan arus kendaraan, meskipun telah ada penambahan ruas tol dan perbaikan jalan. Oleh karena itu, koordinasi lintas sektoral sangat diperlukan untuk memastikan kelancaran arus mudik,” ujar Kapolres.

Baca juga: Kendalikan Inflasi Di Wonogiri, BI Solo Gandeng Ponpes Al Fatah Tanam Cabai

Kapolres juga memetakan beberapa titik rawan kecelakaan di wilayah Sukoharjo, seperti Jl A Yani Pabelan, Jl Slamet Riyadi Pabelan, serta Jl Raya Solo-Wonogiri di Telukan dan Bendosari. Selain itu, titik rawan kemacetan meliputi Simpang Tiga Kartasura, Simpang Tiga Sanggung, Simpang Tiga Klewer, dan Simpang Empat Kartasura.

Guna mendukung kelancaran arus mudik, Polres Sukoharjo telah menyiapkan tiga Pos Pengamanan (Pospam) di Simpang Tiga Kartasura, Bundaran Pandawa, dan Kartasura. Sejumlah lokasi rawan balap liar seperti Bundaran Pandawa, area The Park Mall, Jalur Pemda, Patung Jamu, area Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dan Jalur Transmart juga akan mendapat perhatian khusus.

Portalika.com/Eka

Selain itu, obyek vital yang akan menjadi fokus pengamanan meliputi terminal, stasiun, pusat perbelanjaan, serta destinasi wisata seperti Gunung Sepikul dan Batu Seribu.

Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, yang mewakili Bupati Sukoharjo Etik Suryani dalam rakor tersebut, menyampaikan apresiasi terhadap Polres Sukoharjo atas persiapan pengamanan mudik.

“Pemerintah Kabupaten Sukoharjo berkomitmen mendukung Operasi Ketupat Candi 2025. Kami berharap sinergi antarinstansi dapat menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama mudik dan perayaan Idul Fitri,” ujarnya.

Dandim 0726/Sukoharjo, Letkol Inf Supri Siswanto, menekankan keamanan dan ketertiban selama mudik bukan hanya tugas kepolisian dan TNI, tetapi tanggung jawab bersama.

“Tantangan kita tidak hanya di lapangan, tetapi juga di media sosial. Oleh karena itu, mari kita viralkan hal-hal positif terkait pengamanan mudik,” katanya.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Sukoharjo, Iptu Doohan Octa Prasetya, memaparkan proyeksi arus mudik dan balik Lebaran 2025.

“Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 27-29 Maret 2025, sementara arus balik pada 5-6 April 2025. Arus kendaraan diperkirakan meningkat 1,6% saat mudik dan 0,2% saat arus balik,” jelasnya.

Kasatlantas juga mengingatkan pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga atau lebih selama periode mudik guna mengurangi kemacetan. Jalur-jalur masuk ke Sukoharjo dari arah Semarang melalui exit tol Ngemplak, Banyudono, Bandara Adi Soemarmo, dan Kebakkramat juga akan dipantau ketat.

Kepala Dinas Perhubungan Sukoharjo, FX Toni Sri Buntoro menambahkan Dishub telah memetakan titik rawan kemacetan dan menyiapkan langkah antisipasi, termasuk mudik gratis 2025, ramp check kendaraan bersama Satlantas, pemasangan rambu portabel, dan penempatan personel di pos pengamanan.

Dengan berbagai upaya ini, diharapkan arus mudik dan balik Lebaran 2025 dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar bagi masyarakat Sukoharjo serta pemudik yang melintas. (Triantotus)

Komentar