Portalika.com [SIDOARJO, JATIM] – Dosen Prodi Hukum Tata Negara (HTN) Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (Staimas) Wonogiri, Dr (c) Ruslina Dwi Wahyuni menjadi salah satu narasumber dalam Pembekalan Zona integritas Pelayanan Publik, di Mapolresta Sidoarjo, Jawa Timur.
Penyuluh anti korupsi dari bidang Hukum Tata Negara, Ruslina hadir bersama penyuluh anti korupsi lain, Anis Suryaningsih. Lina–panggilan akrab Ruslina–menyampaikan menjaga konsistensi dari hasil pencapaian yang sudah diraih itu bukan hal yang mudah dan butuh komitmen semua lini.
“Bukan hanya sekadar predikat tapi nilai yang harus melekat dihati dan komitmen yang harus dipegang teguh. Sembilan nilai integritas yaitu jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggungjawab, kerja keras, sederhana, berani dan adil harus terus di aktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Lina yang juga Sekretaris LPPM Staimas ini menyatakan pentingnya integritas sebagai landasan utama dalam pelayanan publik, mengutip pesan Jenderal Hoegeng dan Presiden RI Prabowo Subianto terkait tantangan birokrasi di Indonesia, ia menekankan bahwa WBK dan WBBM bukan sekadar predikat, tetapi bentuk komitmen moral dan profesional untuk melayani masyarakat dengan jujur, akuntabel dan inovatif.
Lebih lanjut Lina memaparkan strategi pemberantasan korupsi yang meliputi efek jera, perbaikan sistem serta pembentukan nilai integritas di lingkungan kerja, termasuk partisipasi aktif masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi langkah Polresta Sidoarjo yang telah membentuk agen perubahan sebagai duta integritas,” imbuhnya.
Sementara itu, Anis Suryaningsih memberikan masukan terkait pelaksanaan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) serta evaluasi sarana dan prasarana pelayanan publik.
Ia menekankan perlunya peningkatan keramahan petugas dan konsistensi pelayanan, tidak hanya saat ada penilaian eksternal.
Sedangkan Kompol Ria Anggraini dalam paparannya menjelaskan bahwa Polresta Sidoarjo telah meraih WBK pada tahun 2016 dan WBBM pada 2017 serta berhasil mempertahankannya hingga saat ini.
Enam komponen utama dalam mempertahankan Zona Integritas, ujarnya, antara lain manajemen perubahan, penataan tata laksana, manajemen SDM, akuntabilitas, pengawasan dan peningkatan kualitas pelayanan publik, terus diperkuat.
Inovasi layanan seperti SKCK online, mall mini pelayanan polri, quick response center (QRC) dan sahabat curhat menjadi bukti nyata peningkatan pelayanan yang berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata Polresta Sidoarjo dalam menguatkan budaya kerja bersih, transparan dan melayani, demi menjaga kepercayaan publik serta mendukung reformasi birokrasi di lingkungan kepolisian.
Hadir di acara itu, Kabagren Polresta Sidoarjo, Kompol Ria Anggraini, Kasiwas AKP Nawang Dwi Agustina, Ka SPKT Iptu Ainul Kuri, para pejabat utama Polresta Sidoarjo serta operator Zona Integritas dan Pelayanan Publik.
Polresta Sidoarjo,Jawa Timur mendapatkan predikat wilayah bebas korupsi (WBK) pada Desember 2016, predikat wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM) di 2017 oleh KemenPAN RB dan pelayanan prima terbaik jajaran Polda Jawa Timur di 2024.
Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Christian Tobing berkomitmen berkelanjutan mempertahankan zona integritas WBK dan WBBM sejak 2016 sampai sekarang. (Nadhiroh/*)












Komentar