Pelatihan Pembuatan Menu PMT Berbasis Pangan Lokal Guna Peningkatan Gizi Balita Di Desa Mlokomanis Wetan

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI] – Mahasiswa prodi teknologi pangan Fakultas Teknologi dan Industri Pangan Universitas Slamet Riyadi (Unisri), Surakarta, Amalia Lintang Hasanah, merupakan salah satu anggota KKN-PPM kelompok 80, mengadakan pelatihan pembuatan menu program makanan tambahan (PMT) untuk ibu-ibu posyandu di Desa Mlokomanis Wetan, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Wonogiri.

Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan keterampilan ibu-ibu posyandu dalam merancang menu PMT bergizi dan sesuai dengan kebutuhan gizi anak-anak. Dengan bimbingan dari Amalia Lintang Hasanah, peserta pelatihan mempelajari cara menyusun menu seimbang dan memanfaatkan bahan-bahan lokal dengan maksimal.

banner 300x250

Amalia menjelaskan, pelatihan ini diadakan untuk membantu ibu-ibu posyandu dalam merancang menu PMT. “Tidak hanya bergizi tetapi juga terjangkau. Kami berharap pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan mereka tentang pentingnya nutrisi yang baik dan mendukung kesehatan keluarga di Desa Mlokomanis Wetan,” katanya.

Baca juga: Mahasiswa KKN Unisri Kenalkan Microsoft Word Kepada Siswa Kelas 5 SD Negeri 1 Pakel

Selama sesi pelatihan, peserta diperkenalkan pada berbagai teknik memasak yang mempertahankan nilai gizi serta cara mengolah bahan makanan dengan efisien. Peserta juga diberikan kesempatan untuk praktik langsung dalam menyusun menu dan memasak makanan PMT.

Portalika.com/Ist

Salah seorang peserta pelatihan, Mahmudah mengungkapkan, pelatihan ini sangat berguna bagi kami. “Kami belajar cara membuat menu yang tidak hanya sehat tetapi juga enak dan bervariasi. Ini pasti akan membantu kami dalam memberikan makanan yang lebih baik untuk anak-anak dan ibu hamil di posyandu.”

Bidan Eni, yang juga hadir dalam pelatihan, menambahkan, program ini sangat penting karena menyentuh aspek dasar kesehatan masyarakat, yaitu gizi. Dengan pelatihan ini, kami bisa lebih maksimal dalam memberikan layanan PMT yang sesuai standar gizi. Ini akan berdampak positif pada kesehatan anak di desa.

Acara ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas ibu-ibu posyandu dalam memberikan pelayanan PMT yang lebih baik, sehingga dapat meningkatkan kesehatan masyarakat desa. (Heris)

Komentar