Gubernur Ajak Kepala Daerah Hujan-Hujanan Ikut Apel Tidak Nonton Apel, Serukan M2B Tolak ASN Cari Jabatan Lewat Dukun

banner 468x60

Portalika.com [SEMARANG] – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meminta kepala daerah tidak hanya pencitraan namun memegang prinsip M2B yakni mendengar, melihat dan bertindak. Gubernur juga menolak ASN menggunakan dukun dalam meraih jabatan dan meminta ASN itu pindah dari Jateng.

Pernyataan itu disampaikan saat menjadi pimpinan apel di halaman Kantor Gubernuran Jateng, Senin, 26 Mei 2025. Suasana apel tak biasa terjadi. Di tengah gerimis yang menderas, Gubernur Ahmad Luthfi tiba-tiba mengarahkan pandangan ke barisan kursi tamu yang ditempati para kepala daerah dan mengajaknya berdiri dan ikut apel bersama.

banner 300x250

“Apel kok ada yang duduk, gimana? Kepala daerah ayo berdiri. Ikut apel. Ini kita apel, bukan nonton apel,” celetuk Ahmad Luthfi sambil tersenyum, memancing tawa seluruh peserta apel.

Meski diguyur hujan, para bupati/walikota serta wakil bupati dan wakil walikota dari berbagai daerah di Jawa Tengah, termasuk dari Semarang, Kendal, Grobogan, Pekalongan, Tegal dan Temanggung, langsung bergabung ke barisan apel.

“Hari ini bukan soal gagah-gagahan, bukan tenar-tenaran. Kita nggak punya tujuan lain kecuali soliditas dan kebersamaan,” lanjut Ahmad Luthfi, menekankan semangat kolaborasi yang ingin ia tanamkan.

Ahmad Luthfi mengangkat nilai-nilai lokal yang jadi prinsip masyarakat Jawa Tengah yakni tepa slira dan gotong royong. Ia ingin budaya kerja di wilayahnya tidak didominasi oleh ego pribadi maupun politik.

Portalika.com/Zul

“Kalau mau sikut-sikutan, silakan ke Simpang Lima, wasitnya saya,” katanya bercanda.

Kerukunan dan Tidak Ribut

Gubernur Luthfi juga sempat menyindir dinamika hubungan antarkepala daerah. Ia menegaskan pentingnya menjaga kerukunan.

“Kalau dulu [kampanye] gandengan bareng, ya sekarang jangan berantem. Belum 100 hari kok sudah ribut. Di sini tidak ada. Tidak ada bedanya,” seloroh Gubernur Ahmad Luthfi disambut tawa peserta apel.

Suasana apel pagi terasa guyub dan hangat. Beberapa ASN tampak menahan dingin sambil sesekali menyeka wajah yang basah di bawah guyuran hujan. Beberapa lainnya tetap tersenyum, menikmati suasana yang jarang terjadi para pemimpin daerah berdiri sejajar, basah kuyup, tapi kompak.

Apel juga diikuti Wakil Gubernur Taj Yasin, Sekretaris Daerah Sumarno serta seluruh kepala daerah se-Jawa Tengah bersama pimpinan OPD dan ASN di lingkungan pemerintah provinsi. Meski cuaca tidak bersahabat, pesan Gubernur Luthfi tersampaikan dengan jelas bahwa membangun Jawa Tengah dengan azas kebersamaan, tak boleh luntur hanya karena hujan.

Prinsip M2B

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan membangun daerah tidak cukup hanya dengan perencanaan di atas kertas. Ia mengajak seluruh kepala daerah dan ASN menjadikan tiga prinsip sebagai landasan kerja yakni mendengar, melihat dan bertindak (M2B).

“Mendengar saja tidak cukup. Kalau sudah mendengar, melihat. Cek di lapangan langsung. Setelah melihat, ya harus bertindak,” tegasnya.

Portalika.com/Zul

Menurut Ahmad Luthfi, banyak pejabat rajin mendengar, tapi tidak sampai pada aksi nyata dengan melihat dan bertindak.

“Kalau cuma mendengar dan melihat tapi tidak bertindak, itu pencitraan tok,” tegasnya.

Ahmad Luthfi menekankan, apel menjadi ajang memperkuat chemistry dan kebersamaan dalam menghadapi tugas-tugas pemerintahan.

“Dari apel ini, akan tumbuh komunikasi. Akan lahir public trust [kepercayaan public] terhadap seorang decision maker [pengambil Keputusan]. Minimal, kita tahu Koe wis mangan opo durung? Sehat ora? Evaluasine piye? [kamu sudah makan belum? Sehat tidak? Evaluasinya bagaimana?)” ujarnya dengan logat khas Jawa yang mencairkan suasana.

Lebih lanjut mantan Kapolda Jateng itu menegasikan bahwa pimpinan tidak boleh mengambil apapun kecuali tanggung jawab.

“Tugas dan wewenang bisa diberikan ke siapa saja, tapi tanggung jawab itu harus dipegang. Kerja sebagai pejabat publik harus dilandasi keikhlasan dan kesiapan untuk dikritik. Kalau nggak siap di-bully, jangan menjabat. Jangan sibuk jaga eksistensi. Kerja ya kerja. Ikhlas, tidak usah dibuat-buat,” ucap Luthfi.

Gubernur Luthfi dalam kesempatan itu juga berpesan agar tidak ada ASN di Pemprov Jateng yang menggunakan cara-cara tidak etis untuk meraih jabatan.

“Kalau ada ASN coba-coba cari jabatan lewat dukun, pindah aja. Jawa Tengah perlunya bagaimana punya chemistry kerja dalam rangka memberi pelayanan ke masyarakat. Nek pinter ojo minteri, nek cepet, jangan mendahului. Kalau tajam, jangan melukai. Kita harus bisa menempatkan perasaan pada pimpinan kita,” tegas Ahmad Luthfi. (*)

Editor: Triantotus

Komentar