Portalika.com [SUKOHARJO] – Polres Sukoharjo menggelar pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung tugas intelijen dan Humas Polri, Selasa, 17 Juni 2025 di Ruang Vicon Polres Sukoharjo. Pelatihan diikuti 54 personel dari Polres Sukoharjo serta perwakilan dari Polres Tegal, Tegal Kota, Karanganyar dan Semarang.
Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo, SH, SIK menyampaikan pentingnya pemanfaatan teknologi, termasuk AI, dalam mendukung kinerja kepolisian. Menurutnya, perkembangan jaman menuntut institusi polri untuk selalu adaptif agar tetap menjadi rujukan informasi dan perlindungan bagi masyarakat.
“Polri harus mampu mengikuti perkembangan zaman. Dengan teknologi seperti AI, kita bisa lebih cepat mendeteksi isu, mengungkap kasus, hingga menyusun strategi yang lebih presisi. Ilmu yang kita dapatkan hari ini sangat luas dan bisa jadi modal penting untuk pelayanan yang lebih maksimal,” ujar Kapolres.
Pelatihan disampaikan oleh tim dari Smart AI x Academy yang dipimpin CEO, Karim Taslim. Ia menyebut kolaborasi institusi seperti polri dengan pengembang teknologi sangat penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tapi juga pencipta solusi AI.
“Kita ingin agar AI tidak hanya dimanfaatkan secara pasif. Polri punya potensi besar dalam menggunakan AI untuk keamanan dan pelayanan publik. Tapi perlu dipahami, AI bisa berdampak positif maupun negatif, tergantung bagaimana kita mengelolanya,” jelas Karim.
Pelatihan dibagi dalam dua fokus utama yakni pemanfaatan AI untuk intelijen dan deteksi dini, serta untuk optimalisasi kinerja Humas Polri. Materi mencakup analisa pola kejahatan dengan visualisasi hotspot rawan kriminalitas, social media listening, pemanfaatan AI-powered CCTV, hingga analisa sentimen warganet dan deteksi hoaks di media sosial.
Peserta juga diajak melakukan simulasi langsung, seperti mendeteksi trending topic demo pelajar di wilayah Solo Raya menggunakan data sosial media serta membuat chatbot “Pak Polisi Virtual” yang menjawab pertanyaan umum dari masyarakat.
Tak hanya teori, peserta dibekali dengan toolkit praktis berbasis AI, seperti template caption edukatif dari ChatGPT, desain instan Canva AI, pemetaan kejahatan lewat Kepler.gl hingga panduan deteksi hoaks menggunakan InVID dan Talkwalker.
Menurut AKBP Anggaito, pelatihan ini bukan akhir, melainkan awal dari transformasi digital polri yang berkelanjutan.
“Ke depan, pelatihan seperti ini akan dilanjutkan dengan praktik langsung sesuai bidang tugas masing-masing. Bahkan kita dorong untuk masuk dalam program sertifikasi, agar lebih terstruktur dan berkelanjutan,” ujarnya. (Triantotus/*)












Komentar