Dapatkan Gelar Kekancingan dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Anton Dinilai Peduli Kelestarian Budaya

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI] – Peduli dengan kelestarian budaya warisan leluhur membuat sosok Anthony Ilham Sri Herlambang, tokoh pemuda Kabupaten Wonogiri mendapatkan Gelar Kekancingan dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Pria yang juga aktif di sejumlah organisasi seperti Wonogiri King Club (WKC), Persaudaraan Setia Hati Terate, Tarung Derajat, Gulat Tangan POGTI, Komunitas GYM & Guard dan Paguyuban Perkerisan tersebut mempunyai keris dengan jumlah hampir mencapai 1.000.

banner 300x250

Ketua Wonogiri King Club (WKC) tersebut mendapatkan gelar Kanjeng Raden Aryo Tumenggung (KRAT), namanya kini menjadi KRAT Anthony Ilham Sri Herlambang Pradatanagoro.

Anton, sapaan akrabnya ketika ditemui redaksi di kawasan Kecamatan Wonogiri, Sabtu, 21 Juni 2025 mengatakan dia merasa bersyukur mendapatkan Gelar Kekancingan tersebut.

“Saya mendapatkan anugerah Gelar Kekancingan dari Sri Susuhunan Pakubuwono XIII untuk melestarikan budaya dalam hal pelestari budaya tosan aji/ keris,” ujarnya.

Tak hanya mengoleksi keris, Anton juga berencana akan mendirikan Museum Keris di Kabupaten Wonogiri.

“Saya berencana mendirikan Museum Keris yang Insyaa Allah bisa memecahkan Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan jumlah keris 1.500,” katanya.

Anton menambahkan saat ini, rekor MURI Museum Keris dengan jumlah keris terbanyak dimiliki oleh mantan Bupati Wonogiri Begug Purnomosidi dengan jumlah 1.091 keris.

Selain mendapatkan keris dengan cara hibah, Anton mengaku merogoh kocek pribadinya alias mendapatkan keris dengan cara mahar.

Museum keris tersebut menurut Anton berfungsi untuk mengedukasi generasi muda yang akan datang karena keris telah diakui oleh UNESCO sebagai Karya Agung Budaya Dunia pada tanggal 25 November 2005. Kemudian, pada tahun 2008, keris Indonesia tercatat dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan UNESCO

“Supaya generasi muda saat ini tahu bahwa keris adalah budaya leluhur yang diakui oleh UNESCO dan supaya generasi muda yang akan datang khususnya generasi Gen Z tahu sejarah yang Indonesia luar biasa,” terangnya.

“Kita mempunyai kekayaan budaya yang luar biasa dari keris, wayang, batik dan reog. Kita tetap nguri-uri Kebudayaan Jawa, karena kita tinggal di Jawa, kita uri-uri budaya supaya tidak luntur dan tidak diambil atau diakui milik bangsa lain,” lanjutnya.

Menjadi abdi dalem keraton Kasunanan Surakarta seolah meneruskan tugas dari leluhur Anton yakni Kanjeng Jimat Pacitan.

Dilansir dari berbagai sumber, Kanjeng Jimat, juga dikenal sebagai Joyoniman atau Poncogomo, adalah seorang tokoh penting dalam sejarah Pacitan. Ia dikenal sebagai Bupati Pacitan ketiga dan juga seorang ulama yang berperan dalam penyebaran agama Islam di daerah tersebut.

“Bahwasanya saya ini masih keturunan dari Kanjeng Jimat Pacitan, saya urutan trah ke-7, Kanjeng Jimat dulu adalah abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta, yang sekarang mungkin saya teruskan, harapan saya Budaya Jawa tetap lestari, kita tidak lupa asal usul kita,” ujarnya. (Yulianto)

Komentar