Program Cinta Uang Saku di SDN 01 Manjung: Edukasi Keuangan Anak dan Penanaman Disiplin Sejak Dini

Mahasiswa KKN Unisri Ajarkan Siswa Cara Bijak Kelola Uang Saku lewat Metode Interaktif

banner 468x60

Portalika.com [KLATEN] – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) menggelar program edukasi keuangan anak bertajuk “Cinta Uang Saku” di SDN 01 Manjung, Desa Manjung, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, 23 Juli 2025. Kegiatan ini bertujuan membekali siswa dengan pemahaman dasar pengelolaan uang serta menanamkan nilai disiplin melalui kebiasaan menabung.

Program ini dilatarbelakangi pentingnya literasi keuangan sejak dini, mengingat kebiasaan finansial yang dibentuk di masa kecil berpengaruh besar pada pola pengelolaan uang di masa dewasa. “Anak-anak perlu paham beda kebutuhan dan keinginan, serta manfaat menabung untuk masa depan,” jelas Marliza Fajarwati, mahasiswa KKN Unisri Kelompok 68.

banner 300x250

Metode pembelajaran dirancang interaktif, menggabungkan permainan edukatif, cerita bergambar, dan simulasi menabung. Salah satu highlight kegiatan adalah pembagian celengan kepada siswa untuk praktik langsung menyisihkan uang saku harian. “Kami ajak mereka mencatat pemasukan dan pengeluaran sederhana agar terbiasa disiplin,” tambah Marliza.

Penekanan pada kedisiplinan menjadi kunci sukses program ini. Siswa dilatih konsisten menabung di waktu yang sama tiap hari, dengan pemantauan oleh guru dan orang tua. “Kebiasaan kecil seperti ini bisa membentuk karakter hemat dan bertanggung jawab,” ujar Marliza.

Dampak positif program ini juga dirasakan orang tua. “Anak saya sekarang lebih sadar untuk tidak jajan sembarangan dan rajin menabung,” tutur Marliza. Kolaborasi antara sekolah, mahasiswa KKN, dan keluarga dinilai efektif memperkuat pemahaman anak tentang nilai uang.

Ke depan, program ini diharapkan bisa diadopsi lebih luas sebagai model edukasi keuangan anak di sekolah dasar. “Literasi keuangan adalah life skill yang harus diajarkan sedini mungkin,” tegas Marliza. Data OJK 2024 menunjukkan, hanya 32% anak Indonesia yang memahami konsep dasar menabung, memperkuat urgensi inisiatif semacam ini.

Penulis: Marliza Fajarwati, mahasiswa KKN Unisri Kelompok 68
Editor: Tri Wahyudi

Komentar