Optimalisasi Pendampingan Sertifikasi Halal bagi UMKM Desa Jagalan untuk Meningkatkan Daya Saing Produk

banner 468x60

Portalika.com [KLATEN] – Optimalisasi pendampingan sertifikasi halal menjadi fokus utama dalam program kerja individu Kanaya Poja Sapna Suryaningrum sebagai mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) di Desa Jagalan, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, pada bulan Agustus 2025.

Dia bercerita kegiatan ini bertujuan untuk membantu para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di desa tersebut dalam memahami, mempersiapkan, dan memperoleh sertifikasi halal secara efektif, sehingga dapat meningkatkan daya saing produk di pasar lokal maupun nasional.

banner 300x250

Sertifikasi halal bukan sekadar label, tetapi menjadi jaminan mutu dan kepercayaan bagi konsumen, khususnya masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam.

“Dengan adanya sertifikasi halal, produk UMKM tidak hanya memiliki nilai jual tinggi, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas, termasuk peluang ekspor,” ujar Kanaya.

Menurutnya, pengetahuan dan keterampilan terkait prosedur sertifikasi halal menjadi dasar penting yang harus dimiliki oleh setiap pelaku usaha makanan, minuman, maupun produk yang bersinggungan dengan konsumen muslim.

Dalam pelaksanaan kegiatan, mahasiswa KKN bekerja sama dengan pihak pemerintah desa, lembaga sertifikasi, dan Dinas Koperasi serta UMKM Kabupaten Klaten untuk memberikan pendampingan langsung kepada para pelaku usaha.

Pendampingan meliputi sosialisasi dan pembuatan mengenai persyaratan sertifikasi halal, pengisian dokumen, persiapan fasilitas produksi sesuai standar, hingga simulasi proses audit halal. Dengan langkah ini, diharapkan para pelaku UMKM Desa Jagalan dapat memahami setiap tahapan proses sertifikasi dengan jelas, mengurangi risiko penolakan, dan mempercepat penerbitan sertifikat.

Kegiatan pendampingan ini dilakukan secara langsung ke tempat-tempat UMKM di Desa Jagalan, Karangnongko dengan berkolaborasi dengan Lembaga Pendampingan Halal (LPH). Para pelaku UMKM diberikan kesempatan untuk menginputkan data secara langsung, sehingga mereka tidak usah mendaftar sendiri.

“Untuk memotivasi para pelaku UMKM, saya juga mengadakan sesi berbagi pengalaman dari pelaku usaha sukses yang telah memperoleh sertifikasi halal dan merasakan manfaatnya dalam peningkatan omzet penjualan. Hal ini diharapkan dapat membangun kesadaran bahwa sertifikasi halal bukan beban, melainkan investasi jangka panjang yang mampu mengangkat citra dan daya saing produk,” jelasnya.

Selain fokus pada sertifikasi halal, program ini juga menekankan pentingnya menjaga kualitas produk secara konsisten. Pelaku usaha diberikan tips dalam pengelolaan bahan baku, proses produksi yang higienis, dan pengemasan yang menarik namun tetap sesuai standar halal.

Dengan kombinasi antara sertifikasi dan kualitas produk, UMKM Desa Jagalan diharapkan mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Langkah-langkah yang diambil dalam kegiatan ini menjadi pondasi bagi keberlanjutan usaha masyarakat desa.

Dengan adanya pengetahuan dan keterampilan yang memadai, pelaku UMKM tidak hanya dapat memperoleh sertifikasi halal, tetapi juga menggunakannya sebagai strategi pemasaran yang efektif.

“Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di wilayah Kabupaten Klaten untuk mengoptimalkan pendampingan sertifikasi halal demi kemajuan ekonomi lokal. Kegiatan ini merupakan salah satu kontribusi nyata mahasiswa KKN dalam memberdayakan masyarakat melalui peningkatan kapasitas usaha,” tandasnya.

Dengan optimalisasi pendampingan sertifikasi halal, Desa Jagalan memiliki peluang besar untuk mencetak lebih banyak pelaku UMKM yang siap bersaing di pasar global, menciptakan produk yang tidak hanya halal secara sertifikat, tetapi juga unggul dalam kualitas dan inovasi. (*)

Penulis: Kanaya Poja Sapna Suryaningrum, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) di Desa Jagalan, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten

Editor: Triantotus

Komentar