Portalika.com [JAKARTA] – Setelah sukses menggelar press screening dan press conference yang unik pada 6 Agustus lalu, film Tinggal Meninggal (TingNing) melangsungkan Gala Premiere, Jumat malam, 8 Agustus 2025. Gala Premiere diselenggarakan sebagai bentuk perayaan debut penyutradaraan Kristo Immanuel.
Malam gala ini menjadi momen hangat dan tak terlupakan, penuh tawa, haru dan tepuk tangan panjang dari para undangan yang hadir. Kegiatan disambut antusias, film produksi Imajinari ini menyuguhkan komedi getir yang unik dan segar, menawarkan pengalaman menonton yang tak biasa.
Dalam rilisnya, Senin, 11 Agustus 2025, ditulis dari awal pemutaran hingga akhir kredit, penonton larut dalam perasaan campur aduk. Studio bioskop dipenuhi gelak tawa dan isak tangis yang muncul silih berganti, membuktikan kekuatan cerita dan karakter yang berhasil menyentuh hati banyak orang.
Lebih dari sekadar film komedi getir, Tinggal Meninggal hadir sebagai sebuah pengingat penuh kasih untuk siapa pun yang pernah merasa tidak cukup, merasa tidak pas, merasa berbeda, atau bahkan merasa ‘aneh’.
Film ini merangkul mereka yang pernah merasa tak pada tempatnya, dan mengatakannya dengan lantang tidak apa-apa, kamu valid.
Suasana Gala Premiere Tinggal Meninggal diwarnai dengan beragam reaksi hangat, mulai dari tawa, decak kagum, hingga momen reflektif. Dave Hendrik mengaku terpukau dengan cara Kristo meramu cerita.
“Hebat, Kristo bikin naskahnya menarik banget, banyak kejutan yang nggak terduga. A lot of funny moments, a lot of tear-jerking moments. Quite an unexpected story. Menyenangkan,” ujarnya.
Pasangan Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon ikut memberikan komentarnya. “Kayak permen yang meledak-meledak di mulut, dar der dor,” ungkap Angga.
Sementara itu Shenina menambahkan, “kalau menurut aku, kena banget di aku. Sesimpel apapun yang orang lain rasain kita harus lebih peka sih. Kayaknya kedepannya apapun yang orang lain lakukan, aku akan lebih peka daripada yang sebelumnya, karena aku nggak mau menyesal di kemudian hari. Terima kasih Kristo sudah membuat film sebagus ini. Kristo dan Tjiu kalian luar biasa untuk debut, pertama kali, ini gong banget,” ujarnya.
Kekompakan dan kekuatan akting para pemeran juga tak luput dari pujian. Indra Jegel menyebut film ini berhasil memaksimalkan setiap karakter.
“Komedinya tepat, ensemble cast-nya cakep. Nggak ada orang yang sia-sia atau satu scene pun yang terbuang. Semuanya penting. Keren banget. I love you, Kristo.” katanya.
Bagi Ringgo Agus Rahman, film ini membangkitkan memori pribadi. Ia mengaku tersentuh dengan karakter Gema yang diperankan Omara.
“Gue inget masa kecil gue, pernah seperti Gema. Omara mainnya bagus sekali. Pernah ada momen gue menyendiri di rumah, cuma denger lagu sambil berharap diajak main sama temen-temen. Buat Kristo, wah lu berani ya bikin sesuatu yang ini kelihatannya pengalaman pribadi. Iya nggak sih?” ujarnya.
Gala Premiere ini menjadi semacam ruang pelukan bersama, bukan hanya untuk sang sutradara dan para pemeran, tapi juga untuk para penonton yang merasa akhirnya bisa melihat diri mereka di layar. Dari komika ternama, aktor muda, penulis, kreator konten, hingga sineas lintas generasi hadir dan menikmati suguhan film yang berhasil memadukan komedi dan keresahan personal menjadi satu tontonan yang segar dan emosional. (Ariyanto/*)












Komentar