Tim KKNT 160 Undip Dorong Pencegahan Stunting Lewat Edukasi Gizi di Desa Kaliprau

banner 468x60

Portalika.com [PEMALANG] – Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 160 Universitas Diponegoro (Undip) Semarang mengadakan kegiatan edukasi gizi dan tumbuh kembang anak di Desa Kaliprau, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, sebagai bagian dari upaya mendukung kesehatan masyarakat desa.

Selama pelaksanaan KKNT, tim mengidentifikasi berbagai isu kesehatan yang dihadapi warga, salah satunya adalah risiko stunting pada anak balita.

banner 300x250

Stunting, yang ditandai dengan tinggi badan anak lebih rendah dari standar usianya, dapat berdampak pada perkembangan fisik dan kognitif anak dalam jangka panjang.

Pencegahan stunting menjadi fokus utama, mengingat desa pesisir seperti Kaliprau memiliki potensi pangan lokal yang melimpah namun belum sepenuhnya dimanfaatkan optimal untuk pemenuhan gizi.

Mengangkat tema multidisiplin Kaliprau Cegah Stunting: Bersama Wujudkan Generasi Sehat, Tim KKNT 160 Undip menjalankan program pembuatan buku saku panduan gizi dan tumbuh kembang anak. Buku saku ini disusun sebagai panduan praktis bagi orang tua, khususnya ibu yang memiliki balita, agar dapat memberikan asupan gizi seimbang, stimulasi tumbuh kembang yang tepat, serta pengasuhan positif di lingkungan keluarga.

Konten buku saku mencakup beragam topik penting, antara lain pemenuhan zat gizi pada anak, tahapan perkembangan anak, pengasuhan positif dan tips pengasuhan, pemanfaatan pangan lokal Kaliprau, pentingnya gizi bahari, panduan isi piringku yang digaungkan oleh Kemenkes RI untuk berbagai kelompok usia anak mulai dari anak usia 6-8 bulan, 9-11 bulan, 11-23 bulan, dan 2-5 tahun.

Kemudian estimasi anggaran menu sehat, tips belanja hemat dan sehat, hingga pendekatan kebijakan multisektoral dalam pencegahan stunting. Program ini diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi pada acara kelas Balita yang berlangsung di aula balai desa Kaliprau pada 9 Agustus 2025.

Portalika.com/Ist

Dalam kegiatan tersebut, tim KKNT 160 memaparkan isi buku saku secara interaktif kepada para ibu balita. Salah satu anggota tim, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat, Muhammad Fauzi Hanif, memberikan materi khusus tentang Isi Piringku – pedoman gizi terbaru pengganti konsep lama 4 Sehat 5 Sempurna.

Materi ini meliputi pembagian proporsi makanan dalam satu piring, menu sesuai kelompok usia anak (6–8 bulan, 9–11 bulan, 12–23 bulan, dan 2–5 tahun) yang bersumber dari Kementerian Kesehatan untuk menu sehat, bergizi, dan seimbang.

Penyampaian materi dilengkapi dengan diskusi dan tanya jawab, sehingga peserta dapat memahami konsep gizi seimbang, memanfaatkan potensi pangan lokal, serta mengaplikasikan menu sehat di rumah dengan biaya terjangkau.

Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Banyak ibu yang aktif bertanya mengenai variasi menu bergizi, cara menyesuaikan porsi makan anak, dan strategi menjaga kesehatan keluarga. Harapannya, buku saku dan sosialisasi ini dapat menjadi bekal berharga bagi masyarakat Kaliprau dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting. (*)

Penulis: Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Undip, Muhammad Fauzi Hanif

Editor: Triantotus

Komentar