Seorang Penerbang Paralayang Pingsan Tersangkut Pohon Di Depan GOR Giri Mandala Wonogiri

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI] – Seorang penerbang paralayang diketahui menggelantung di ranting pohon depan GOR Giri Mandala, Wonogiri, Selasa, 12 Agustus 2025. Dia mengalami gagal landing dan beruntung kejadian itu diketahui warga sekitar dan melaporkannya ke Kantor BPBD Wonogiri,

Oleh petugas piket BPBD Wonogiri, informasi itu diteruskan ke Mako SAR Wonogiri dan 12 personel SAR bergegas melakukan evakuasi dengan Teknik vertical rescue. Empat personel SAR lebih dulu berangkat melakukan assessment.

banner 300x250

Disusul satu unit mobil berpenumpang personel lain dan peralatan yang dibutuhkan. Sesampai di lokasi yang diinformasikan warga, mereka memberitahu ke mako untuk melakukan evakuasi.

BACA JUGA  Gubernur Datang, Rumah Sunoto Direhab Jadi Rumah Layak Huni

Dalam durasi 19 menit 30 detik, evakuasi pilot dan payung parasite diturunkan oleh anggota SAR.

Proses evakuasi berlangsung dramatis karena personel SAR menggelantung di seutas tali untuk menurunkan korban. Korlap evakuasi memberitahu Mako BPBD meminta dikirimkan mobil ambulans untuk membawa korban ke rumah sakit karena kondisinya pingsan.

Portalika.com/Triantotus

Selama proses evakuasi mobil ambulans milik PMI tiba dan korban dilarikan ke rumah sakit. Itulah simulasi Silaturahmi dan Latihan Bersama Relawan Penanggulangan Bencana Kabupaten Wonogiri Tahun 2025 yang diperagakan personel SAR Wonogiri dan dilihat Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno dan tamu undangan.

Saat korban berhasil diturunkan tepuk tangan penonton tak henti dilakukan sembari bergumam tim evakuasi sangat cekatan dan lincah.

BACA JUGA  Pemimpin Redaksi Media Massa Ikut Lomba Menembak

Sebelumnya sekitar 1.100 peserta terdiri dari unsur TNI/Polri, BPBD, dan berbagai komunitas relawan mengikuti sarasehan di Gedung Giri Purna Bakti.

Wakapolres Wonogiri, Kompol Parwanto, SH, MH hadir sebagai bentuk komitmen polri dalam memperkuat koordinasi lintas sektor. Personel Polres Wonogiri juga turut ambil bagian dalam latihan bersama yang meliputi materi bantuan hidup dasar oleh RSUD Wonogiri, pelatihan penanganan ular berbisa dan tawon, serta simulasi penyelamatan darurat.

Kepala BPBD Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, menyatakan kegiatan digelar untuk memperingati HUT ke-80 RI dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. Data BPBD menunjukkan Wonogiri masuk kategori rawan bencana, mencatat 134 kejadian tanah longsor, 16 banjir, 61 angin kencang, dan 27 kebakaran pada 2024.

BACA JUGA  ASN Jateng Peduli Salurkan Bantuan Beras 6 Ton ke Kelompok Rentan

Sedangkan Kepala BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catur, mengapresiasi sinergi TNI/Polri, termasuk peran aktif Polres Wonogiri, dalam memperkuat koordinasi di lapangan.

“Kecepatan dan kekompakan adalah kunci utama penyelamatan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen. “Dengan sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dan relawan, kita bisa wujudkan Wonogiri yang tangguh menghadapi bencana,” katanya. (Triantotus)

Komentar