Mahasiswi KKN Unisri Latih Siswa SDN Jimus Bikin Kolase, Olah Bungkus Makanan Bekas Jadi Karya Seni Bernilai

Lewat Program "Kreasi Sampah Jadi Cerita," Mahasiswa Unisri Tanamkan Jiwa Kreatif dan Peduli Lingkungan Sejak Dini.

banner 468x60

Portalika.com [KLATEN] – Sampah, khususnya bungkus makanan plastik, seringkali menjadi masalah lingkungan yang meresahkan. Namun, di tangan kreatif mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, sampah justru bisa diubah menjadi karya seni. Andina Heksa Oktavia, mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, melaksanakan program kerja individu yang diberi nama “Kreasi Sampah Jadi Cerita — Kolase Unik dari Bungkus Makanan” di SDN Jimus, Klaten, pada 30 Juli 2025.

Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas 1 hingga kelas 3 yang menunjukkan semangat dan antusiasme tinggi. Andina mengajak mereka untuk membawa bungkus makanan bekas yang biasanya langsung terbuang, lalu mengolahnya menjadi karya kolase dengan berbagai bentuk yang menarik. Anak-anak tampak senang saat menyusun potongan-potongan bungkus makanan menjadi gambar hewan, bunga, dan pemandangan.

banner 300x250
Siswa-siswi SDN Jimus berkreasi, mengubah bungkus makanan menjadi karya seni yang unik dan menarik. (Foto: Dok.)

Menurut Andina, program ini memiliki tujuan ganda. “Lewat kolase ini, saya ingin anak-anak belajar bahwa sampah bisa diubah menjadi karya yang indah dan bermanfaat. Dengan begitu, mereka terbiasa berpikir kreatif sekaligus peduli pada kebersihan,” ujarnya. Ini adalah cara yang efektif dan menyenangkan untuk menanamkan kesadaran tentang pentingnya daur ulang sejak usia dini.

Hasil karya kolase yang dihasilkan oleh para siswa kemudian dipajang di kelas. Hal ini membuat anak-anak merasa bangga dan dihargai atas kreativitas mereka. Guru-guru di SDN Jimus juga mengapresiasi kegiatan ini karena mampu menggabungkan pembelajaran seni, keterampilan, dan pendidikan karakter lingkungan secara terpadu.

Program ini diharapkan tidak hanya menjadi pengalaman berharga bagi siswa, tetapi juga membangun kebiasaan positif bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari langkah-langkah sederhana. Mengubah sampah plastik menjadi sesuatu yang bernilai adalah bukti nyata bahwa setiap orang, termasuk anak-anak, dapat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik.

Penulis: Andina Heksa Oktavia, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta

Komentar