Pemanfaatan Media Digital untuk Promosi Susu Fungsional Berbahan Umbi Ungu sebagai Upaya Peningkatan Gizi Masyarakat

Kelompok 47 Kuliah kerja nyata (KKN) Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM)

banner 468x60

Portalika.com [KLATEN] – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menginisiasi sebuah program inovatif untuk meningkatkan gizi masyarakat. Bertempat di Balai Desa Karangnongko, Klaten, pada Sabtu (26/7), Kelompok 47 KKN PPM Unisri mengadakan sosialisasi bertajuk “Pemanfaatan Media Digital untuk Promosi Susu Fungsional Berbahan Umbi Ungu sebagai Upaya Peningkatan Gizi Masyarakat”. Kegiatan ini menyasar ibu-ibu PKK setempat sebagai agen perubahan.

Program yang diusung oleh Retno Widy Hastuty, mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unisri, ini bertujuan untuk memperkenalkan produk pangan lokal yang telah diinovasi. Produk tersebut adalah susu fungsional berbahan dasar umbi ungu, yang tidak hanya lezat tetapi juga kaya akan nutrisi, terutama antioksidan.

banner 300x250
Retno Widy Hastuty, mahasiswa UNISRI, memberikan materi sosialisasi tentang pemanfaatan media digital untuk promosi produk olahan umbi ungu kepada ibu-ibu PKK di Balai Desa Karangnongko, Klaten. (Foto: Dok.)

Umbi ungu dipilih karena ketersediaannya yang melimpah dan kandungan gizi tingginya. “Kami ingin masyarakat sadar bahwa inovasi produk lokal bisa menjadi solusi peningkatan gizi. Umbi ungu, misalnya, kaya akan serat dan vitamin yang baik untuk kesehatan,” ujar Retno, yang juga bertindak sebagai pembawa materi dalam acara tersebut. Ia menambahkan bahwa potensi umbi ungu masih belum banyak dieksplorasi oleh masyarakat.

Sosialisasi ini berfokus pada pemanfaatan media digital sebagai alat promosi yang efektif dan efisien. Platform seperti media sosial, website, dan marketplace diperkenalkan kepada para ibu PKK sebagai sarana untuk memperluas jangkauan pasar. Dengan strategi ini, produk susu fungsional umbi ungu diharapkan dapat dikenal lebih luas, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga nasional.

Partisipasi aktif dari ibu-ibu PKK menunjukkan antusiasme tinggi untuk belajar. Salah satu perwakilan ibu PKK mengungkapkan, “Kami ingin belajar mempromosikan dagangan atau jasa kami lewat media sosial seperti TikTok dan marketplace lainnya. Zaman sekarang, kita tidak perlu keluar rumah untuk membeli sesuatu, jadi walaupun sudah ibu-ibu, kita juga tidak mau ketinggalan zaman atau gaptek.”

Melalui promosi digital, masyarakat dapat lebih mudah mengakses informasi, memahami manfaat produk, dan melakukan pembelian secara langsung. Kegiatan ini tidak hanya mendukung inovasi pangan lokal, tetapi juga memberdayakan ibu-ibu rumah tangga untuk berkontribusi pada ekonomi keluarga.

Program KKN ini diharapkan menjadi model bagi daerah lain dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memajukan produk lokal dan meningkatkan ketahanan gizi masyarakat. Keberhasilan program ini akan menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara akademisi dan masyarakat dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.

Penulis: Retno Widy Hastuty, Kelompok 47 KKN PPM Unisri

Komentar