Portalika.com [KLATEN] – Kebiasaan menabung pada anak sekolah dasar masih sering diabaikan. Banyak siswa yang lebih memilih membelanjakan uang jajannya untuk hal-hal konsumtif ketimbang menyisihkannya. Kurangnya edukasi keuangan baik di lingkungan keluarga maupun sekolah menjadi salah satu penyebab rendahnya kesadaran menabung sejak dini. Fenomena ini terlihat di berbagai sekolah dasar, termasuk di SD Negeri 2 Krajan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, di mana sebagian besar siswa kelas 2 belum memiliki kebiasaan menabung secara teratur.
Melihat fenomena tersebut, mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Krajan,, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, menginisiasi kegiatan edukasi bertajuk “Edukasi Keuangan Sejak Dini: Gerakan Gemar Menabung untuk Anak Sekolah Dasar melalui Celengan Pintar” Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (24/7/2025) di SD Negeri 2 Krajan, dengan peserta utama siswa kelas 2.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Yunita Diana Sari, mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISRI. Program menabung sejak dini ini bertujuan menanamkan kebiasaan hemat dan mengelola uang secara bijak melalui cara yang sederhana dan menyenangkan. Dalam pelaksanaannya, siswa diberikan pemahaman mengenai manfaat menabung, seperti melatih kedisiplinan, membantu mencapai keinginan, serta membentuk sikap tanggung jawab terhadap keuangan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan dimulai dengan sosialisasi mengenai pentingnya menabung. Yunita menjelaskan bahwa dengan menabung, anak-anak dapat belajar disiplin, melatih kesabaran, serta memiliki simpanan untuk kebutuhan masa depan. Sosialisasi dikemas dengan metode interaktif, menggunakan cerita bergambar dan tanya jawab, sehingga lebih mudah dipahami oleh siswa yang masih berusia 7–8 tahun.
Tahap berikutnya pembuatan Celengan Pintar. Anak-anak diajak membuat celengan dari botol bekas yang dihias dengan kreativitas masing-masing. Dengan celengan ini menjadi simbol sekaligus sarana nyata agar siswa lebih bersemangat mengisi tabungan mereka setiap hari. “Ketika anak-anak membuat sendiri celengannya, rasa memiliki mereka semakin tinggi, dan itu memotivasi mereka untuk menabung,” ujar Yunita.
Pihak sekolah menyambut positif kegiatan ini. Guru kelas 2 SD Negeri 2 Krajan menilai bahwa program tersebut sejalan dengan pendidikan karakter yang dicanangkan sekolah. Anak-anak terlihat sangat antusias.
Melalui program ini, Yunita berharap dapat memberi kontribusi nyata dalam membangun budaya finansial sejak dini. “Kebiasaan kecil seperti menabung akan berdampak besar di masa depan. Jika ditanamkan sejak sekarang, anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang lebih bijak dalam mengelola uang”.
Penulis: Yunita Diana Sari, mahasiswa Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Slamet Riyadi Surakarta












Komentar