Portalika.com [WONOGIRI] – Mahasiswa Staimas Wonogiri menggelar aksi solidaritas, Minggu, 31 Agustus 2025 di halaman kampus itu. Semula, mereka akan melakukan aksi damai dan solidaritas di area Gedung DPRD, Pendopo Pemkab Wonogiri dan Alun-alun pada Sabtu.
Namun, Sabtu malam Waket III Staimas Wonogiri, Sugiyanto, SE, MSi diminta jajaran Polres untuk menahan pelaksanaan aksi damai itu.
Minggu pagi keinginan mahasiswa untuk melakukan aksi tak bisa dibendung. Mereka hendak berangkat ke area Pendopo Pemkab Wonogiri. Polsek Wonogiri mengirim utusan Bhabinkamtibmas, Brigadir Hajir Sulthoni, SH untuk melobi mahasiswa agar tidak turun jalan sebab khawatir akan memancing sehingga mereka tidak boleh turun maka meminta agar Bupati, Ketua DPRD dan jajarannya menemui mereka di Kampus Staimas.
Bupati dan jajaran Forkopimda sampai di Kampus Staimas sekitar jam 16.15 WIB. Bupati Setyo Sukarno pada kesempatan itu meminta mahasiswa menyampaikan apa saja aspirasi mereka.
“Silakhan apa yang mau disampaikan baik itu terkait Pemerintah Kabupaten Wonogiri maupun isu-isu nasional kita audiensi bersama. Untuk Ketua DPRD belum bisa hadir kali ini. Nanti kita jadwalkan,” ujar Bupati.
Ketua BEM Staimas Wonogiri, Ahmad Choirin bersama anggota BEM lain, Dwi Cahya Mahdani, Heri Gatot Purwanto, Qonita menyampaikan aspirasi mahasiswa. “Kami sebenarnya sangat berharap Ketua DPRD bisa hadir dan mengadakan audiensi dengan mahasiswa,” kata Choirin.
Ada lima tuntutan dalam aksi damai dan solidaritas itu yakni pengesahan Undang-undang perampasan aset, permintaan maaf anggota DPR, pemerintah lebih memperhatikan gaji guru, usut tuntas kasus meninggalnya Affan Kurniawan dan perhatikan pendidikan tinggi di Wonogiri.
Hadir pada saat itu selain Bupati juga Wabup Wonogiri, Imron, Kapolres Wonogiri, AKBP Wahyu Sulistyo, Dandim 0728/Wonogiri, Letkol Inf Edi Ristriyono, Plt Kepala Kejaksaan Negeri Wonogiri, Tjut Zelvira Nofani, Kepala Badan Kesbangpol, Rahmat Imam Santoso serta Kabid Politik dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan Kesbangpol, Ida Mulyaningsih. (*)
Editor: Triantotus












Komentar