Portalika.com [NGANJUK] – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang bertugas di Desa Buduran, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur sukses menggelar program pelatihan inovatif, Jumat, 1 Agustus 2025.
Program bertajuk “Pelatihan Eco Craft Lilin Aroma dan Strategi UMKM Berbasis Daur Ulang dari Minyak Jelantah” ini bertujuan memberdayakan ibu-ibu PKK dengan keterampilan baru yang bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.
Kegiatan yang dilaksanakan di Balaidesa Buduran ini disambut antusias oleh para Ibu-Ibu PKK Desa Buduran. Mereka diajarkan secara langsung cara membuat lilin aromaterapi dari bahan dasar yang sering dianggap limbah, yaitu minyak jelantah.
Proses pembuatannya, mulai dari pengolahan minyak hingga penambahan aroma dan pewarna, diikuti dengan seksama oleh seluruh ibu-ibu.
Pelatihan ini tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga memperkenalkan konsep daur ulang yang dapat mengurangi limbah rumah tangga.
Perwakilan mahasiswa KKN-T UNS, Muhammad Fathin Mukhtar menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan solusi praktis bagi ibu-ibu PKK dalam menciptakan peluang usaha baru.
“Kami tidak hanya mengajarkan cara membuat produk, tetapi juga membekali ibu PKK Desa Buduran dengan pemahaman tentang strategi pengembangan UMKM,” jelasnya.
Tujuannya adalah agar produk daur ulang ini memiliki nilai jual tinggi dan dapat menjadi sumber penghasilan berkelanjutan bagi keluarga.
Semangat para peserta semakin terlihat saat mereka berkreasi dengan berbagai aroma dan wadah lilin. Panitia juga memberikan apresiasi kepada peserta yang berhasil membuat lilin dengan bentuk dan aroma paling menarik, menambah motivasi mereka untuk terus berinovasi.
Sesi diskusi interaktif juga terjadi, di mana ibu-ibu PKK saling berbagi ide dan tips. Kepala Desa Buduran, Didik Sujanto, ST menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif mahasiswa KKN-T.
“Program ini sangat bermanfaat karena membuka wawasan dan peluang usaha baru bagi warga kami, khususnya ibu-ibu PKK. Harapan kami, ilmu yang didapat bisa terus dikembangkan dan menjadi kegiatan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN-T UNS berharap dapat menumbuhkan kreativitas dan kesadaran lingkungan di kalangan masyarakat Desa Buduran. Diharapkan, keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga sambil turut serta menjaga kelestarian lingkungan. (*)
Editor: Suryono












Komentar