Kisah Inspiratif KH AR Fachruddin, Jadi Contoh Pimpinan Memberi Teladan Besarkan AUM

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI] – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Selogiri, Kabupaten Wonogiri, menggelar pengajian bertema “Pengantar Tarjih Muhammadiyah” yang dilanjutkan dengan kegiatan pembinaan dan koordinasi Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Cabang Selogiri, Minggu, 9 November 2025.

Kegiatan ini dihadiri Pimpinan Harian Cabang Muhammadiyah, Pimpinan Cabang Aisyiyah Selogiri, para pimpinan majelis, serta seluruh Pimpinan Ranting Muhammadiyah se-Selogiri.

banner 300x250

Sebagai narasumber, hadir Drs Sudirman, MQ, dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Wonogiri, yang memaparkan materi tentang Manhaj Tarjih dan metode penetapan hukum dalam Muhammadiyah.

Sebelum sesi utama dimulai, peserta mendapatkan selayang pandang mengenai Rumah Sakit Muhammadiyah Selogiri, yang disampaikan dr Umaryani, MM. Ia menjelaskan berbagai layanan unggulan rumah sakit yang telah terakreditasi Paripurna.

“Rumah Sakit Muhammadiyah Selogiri berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dengan semangat dakwah dan profesionalitas,” tutur dr Umaryani.

Sedangkan Sudirman membuka dengan kisah inspiratif tentang KH AR Fachruddin, tokoh Muhammadiyah yang tetap membayar beaya pengobatan meskipun ditawari gratis di rumah sakit Muhammadiyah.

“Itu adalah contoh nyata bagaimana seorang pimpinan memberi teladan untuk membesarkan Amal Usaha Muhammadiyah [AUM],” ungkap Sudirman.

Ia kemudian menguraikan sejarah berdirinya Majelis Tarjih Muhammadiyah pada tahun 1927, serta menjelaskan latar belakang, tipologi, hingga hasil-hasil keputusan Majelis Tarjih. Sudirman juga menekankan makna tarjih, tajdid, dan pentingnya sikap terbuka dalam beragama.

“Sifat-sifat tarjih itu toleran, terbuka, dan tidak fanatik pada mazhab tertentu,” jelasnya.

Menurutnya, dalam Muhammadiyah, pendekatan tarjih dilakukan dengan tiga metode bayani, burhani, dan irfani.

Sementara itu, Ketua PCM Selogiri Yanto, SAg menyampaikan pentingnya sinergi antarpimpinan di semua level organisasi.

“Pimpinan itu harus menjadi pembelajar, terus berkoordinasi dan bersinergi antara ranting, majelis, ortom, dan amal usaha,” ujar Yanto.

Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ideologi dan tata kelola organisasi, PCM Selogiri juga menyerahkan Buku Himpunan Putusan Tarjih dan AD/ART Muhammadiyah kepada seluruh Pimpinan Ranting Muhammadiyah. (Untung S/*)

Editor: Suryono

Komentar