Asah Skill Personel Polres Wonogiri Ikuti Simulasi Penanganan Banjir dan Lakalantas

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI] – Polres Wonogiri melaksanakan dua kegiatan simulasi penanganan bencana sekaligus pada Jumat, 28 November 2025. Latihan meliputi simulasi penanganan banjir yang dipusatkan di Komplek GOR Giri Mandala dan Waduk Gajah Mungkur, serta simulasi Komando Pengendali Lapangan (KPL) Laka Lantas di halaman GOR Giri Mandala.

Kegiatan pertama dipimpin Sat Samapta Polres Wonogiri dengan melibatkan personel lintas fungsi, termasuk unsur medis, logistik, Intelijen, Satlantas, hingga perwakilan instansi terkait. Pelatihan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB.

banner 300x250

Dalam simulasi tersebut, personel menjalani materi kesiapsiagaan penanganan banjir, pengecekan sarana prasarana, pendirian posko, penyelamatan korban, hingga pengaktifan Early Warning System (EWS). Sejumlah peralatan seperti perahu karet, kano, pelampung, tabung oksigen, dan HT turut dikerahkan.

Dari hasil evaluasi, personel dinilai mampu memahami kecepatan respons, akurasi SOP, alur komunikasi, kecukupan logistik, hingga mekanisme pelaporan cepat saat terjadi bencana. Seluruh rangkaian pelatihan berjalan lancar dan kondusif.

Sementara itu, pada waktu yang hampir bersamaan Satlantas Polres Wonogiri melaksanakan simulasi penanganan kecelakaan lalu lintas (laka lantas) dalam kondisi bencana.

Simulasi melibatkan Satlantas, Dokkes, Dishub, Jasa Raharja, Damkar, dan tim mobil derek. Personel menjalankan SOP olah TKP laka lantas, penanganan korban, serta koordinasi antarinstansi.

Hasilnya, SOP dinyatakan berjalan baik dan personel memahami tugas masing-masing saat menghadapi kejadian nyata.

Portalika.com/Anom

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, melalui Kasi humas AKP Anom Prabowo, menyampaikan dua kegiatan ini merupakan bentuk kesiapan nyata Polres Wonogiri dalam menghadapi potensi bencana alam dan kecelakaan lalu lintas.

“Simulasi ini penting untuk memastikan setiap personel, baik Samapta maupun Satlantas, benar-benar siap bergerak cepat, tepat, dan terkoordinasi. Kondisi cuaca ekstrem menuntut kami untuk selalu siap, baik dari sisi kemampuan personel maupun peralatan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas fungsi dan dukungan instansi terkait menjadi kunci keberhasilan penanganan keadaan darurat.

“Harapannya, ketika kejadian nyata terjadi, masyarakat mendapatkan layanan yang cepat, humanis, dan profesional,” ujarnya. (*)
Editor: Triantotus

Komentar