Siaga Bencana Salah Satu Upaya Minimalisasi Korban

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI] – Pemerintah Kalurahan Pagutan, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri bersama lembaga kalurahan menyelenggarakan pelatihan dalam rangka peningkatkan kesadaran masyarakat dalam menghadapi kemungkinan kebencanaan di Kelurahan Pagutan, Kecamatan Manyaran, Rabu, 3 Desember 2025.

Pelatihan sebagai upaya meningkatkan kemampuan warga dalam menghadapi potensi bencana. Hadir di antaranya, Kabid PK BPBD Kabupaten Wonogiri, Sri Mariyati, SSos, MAP, anggota Koramil 11/Manyaran Serka Agus Suranto, anggota Polsek Manyaran Aipda Suwondo, Kepala Kelurahan Pagutan Sukadi SE, beserta perangkatnya, para peserta Taruna Siaga bencana Kalurahan Pagutan dan dari PMI Wonogiri Arga maulana.

banner 300x250

Lurah Pagutan, Sukadi SE, mengatakan pelatihan digelar sebagai bentuk mitigasi terhadap meningkatnya risiko bencana alam yang kerap terjadi, seperti tanah longsor, angin kencang yang sering terjadi.

“Perlu saya tegaskan bahwa kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting dalam meminimalkan korban dan kerugian saat bencana terjadi. Pelatihan ini tidak hanya memberi pengetahuan, tetapi juga membangun budaya tanggap bencana di tingkat keluarga dan komunitas. Warga harus mampu bertindak cepat dan tepat ketika situasi darurat terjadi,” tandasnya.

Serka Agus Suranto, anggota Koramil 11/Manyaran menyampaikan, keberadaan Kodim 0728/Wonogiri beserta Koramil jajaran selalu siap sedia membantu pemerintah daerah dalam mengatasi permasalahan, termasuk dalam penanggulangan bencana alam.

Menurutnya membantu ini salah satu tugas pokok TNI yaitu operasi militer selain perang atau yang di kenal dengan OMSP.

Lebih lanjut Babinsa menyampaikan bahwa sosialisasi kapasitas tangguh bencana alam, untuk keselamatan diperlukan kesiapan dan kesadaran warga untuk sama-sama saling mengingatkan akan bahaya bencana alam yang di mulai dari lingkungan terkecil seperti rumah tangga dan RT.

“Melalui kesadaran dan pemahaman dari tingkat perorangan akan tumbuh rasa kesadaran pribadi dan kelompok akan bahaya bencana alam mulai dari bencana alam yang sering terjadi seperti tanah longsor dan lain-lain,” ujar Agus.

Portalika.com/Begug

Sedangkan anggota Polsek Manyaran, Aipda Suwondo menjelaskan polri memiliki peran penting dalam penanggulangan bencana alam, tugas utamanya meliputi pengamanan, penanganan situasi darurat, serta koordinasi dengan berbagai instansi pemerintah dan non-pemerintah.

“Dalam konteks ini, Polri tidak hanya berfungsi sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai fasilitator dalam penanggulangan bencana,” jelas Suwondo.

Sementara itu dari BPBD Kabupaten Wonogiri, Sri mariyati, menjelaskan, BPBD berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana memiliki peran memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bencana, menyelaraskan peraturan perundang-undangan yang sudah ada.

Juga menjamin terselenggaranya penanggulang bencana secara terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh. Menghargai budaya lokal dan mendorong semangat gotong royong, kesetiakawanan dan kedermawanan serta menciptakan perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat , berrbangsa dan bernegara.

Kalurahan Pagutan rentan terhadap bencana di antaranya tanah longsor, angin puting beliung, kebakaran. “Berbicara kejadian bencana yang tidak kita inginkan kadang-kadang ditanggapi negatif oleh beberapa pihak, namun sebenarnya kita perlu mewaspadai segala bentuk kejadian bencana yang mungkin terjadi karena bencana selalu terjadi secara tiba-tiba dan tidak dapat kita duga,” katanya.

Oleh karena itu kesiapsiagaan masyarakat dalam mengantisipasi bencana sangat penting agar mereka mampu melakukan tindakan untuk mengurangi risiko ketika terjadi bencana. Kesiapsiagaan masyarakat adalah segala upaya untuk menyiapkan kemampuan masyarakat agar dapat merespon kejadian bencana secara cepat dan tepat.

Arga Maulana dari PMI Wonogiri menyampikan bahwa, Kesiapsiagaan Berbasis Komunitas (KBBM) menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana di tingkat lokal, termasuk pembentukan tim siaga bencana (Sibat).

Secara keseluruhan, materi yang disampaikan dirancang untuk memberikan pemahaman holistik tentang penanggulangan bencana dan membekali peserta dengan keterampilan praktis untuk bertindak efektif dalam situasi darurat. (*)
Editor: Suryono

Komentar