Pohon Sala Ditanam, Kenalkan ke Generasi Muda Diyakini Menjadi Asal-usul Nama Kota Solo

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Gerakan penghijauan terus didorong di Kota Solo di tengah perkembangan kawasan perkotaan yang semakin padat. Momentum itu salah satunya terlihat dalam kegiatan “Kado Hijau” yang digelar Pemuda Muhammadiyah Kota Surakarta dalam rangka Milad ke-94 di Kampung Sewu, Kamis, 14 Mei 2026.

Wakil Walikota Surakarta, Astrid Widayani turut menanam pohon bersama puluhan peserta sebagai simbol penguatan ruang terbuka hijau (RTH) dan kepedulian lingkungan di Kota Solo. Salah satu pohon yang ditanam ialah pohon sala, tanaman yang diyakini menjadi asal-usul nama Kota Solo.

banner 300x250

Pohon sala memiliki nilai historis bagi Surakarta. Nama “Solo” dipercaya berasal dari “Sala”, merujuk pada wilayah yang dahulu banyak ditumbuhi pohon sala sebelum berkembang menjadi kawasan permukiman dan pusat pemerintahan.

Astrid mengatakan penanaman pohon sala bukan sekadar kegiatan simbolis, tetapi juga upaya menghidupkan kembali identitas kota di tengah perkembangan urbanisasi.

“Harapannya nanti pohon sala bisa ada di tiap kelurahan di Kota Solo. Ini bukan hanya soal menanam pohon, tetapi juga menjaga identitas kota sekaligus memperkuat penghijauan,” ujarnya.

Ia mengapresiasi langkah Pemuda Muhammadiyah Kota Surakarta yang menjadikan momentum milad sebagai aksi nyata kepedulian terhadap lingkungan hidup.

“Kado hijau ini mudah-mudahan tidak hanya menjadi aksi penanaman pohon dalam acara milad saja, tetapi menjadi kesadaran bersama bahwa penghijauan adalah kebutuhan di tengah perkembangan zaman dan lingkungan yang semakin urban,” katanya.

Menurut Astrid, ruang terbuka hijau harus menjadi perhatian bersama karena menjadi salah satu wajah Kota Solo. Ia mendorong keterlibatan berbagai pihak mulai dari kampus, rumah sakit, komunitas hingga organisasi masyarakat untuk ikut memperluas area hijau di kota.

“RTH itu menjadi bagian dari wajah Kota Solo. Maka penghijauan harus terus diperkuat bersama-sama,” ucapnya.

Selain penghijauan, Astrid juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah yang berjalan beriringan demi menjaga keberlanjutan lingkungan perkotaan.

“Selain penghijauan, pengelolaan sampah harus sejalan dan seirama. Dua isu ini menjadi fokus yang kami dorong bersama,” tegasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Surakarta berharap kolaborasi dengan Pemuda Muhammadiyah Kota Surakarta terus berkembang, tidak hanya di bidang lingkungan hidup, tetapi juga pendidikan, sosial kemanusiaan, dan penguatan karakter generasi muda. (Ariyanto)

Komentar