Shuttlecock Produk Warga Tipes Tembus Pasar Internasional

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Wakil Walikota Surakarta, Astrid Widayani menyambangi kampung penghasil shuttlecock di kawasan Tipes, Senin, 11 Mei 2026.

Di kampung ini, hampir satu deret rumah warga terlibat dalam proses produksi kok bulutangkis yang bahkan sudah menembus pasar internasional.

banner 300x250

Astrid melihat pola industri rumahan yang terbangun di Pringgolayan RT 03 RW 09 itu sebagai kekuatan ekonomi warga yang layak dikembangkan menjadi sentra industri terpadu.

Menurutnya, model produksi yang masih tersebar di rumah-rumah warga memiliki potensi besar jika nantinya dipusatkan dengan sistem quality control yang lebih baik.

“Kalau pasarnya makin luas, pemesanannya makin banyak, tentu lapangan pekerjaan juga akan bertambah dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat,” kata Astrid.

Ia mengaku tertarik karena hampir seluruh rumah di kawasan tersebut memiliki peran berbeda dalam rantai produksi shuttlecock. Mulai dari penyedia bahan baku, pemotongan bulu, perakitan struktur, hingga proses lem dan pengemasan dilakukan secara terpisah namun saling terhubung.

“Ini menarik, satu kampung seperti pabrik handmade. Setiap rumah punya fungsi masing-masing, tapi semuanya saling terintegrasi. Sangat kompak, bahkan produknya sudah sampai pasar internasional,” ujarnya.

Meski pasar mereka sudah menembus luar negeri, Astrid menyebut kapasitas produksi masih menjadi tantangan utama. Karena itu, ia mendorong pengembangan rumah produksi terpadu agar produksi lebih terstandar dan kapasitas bisa meningkat.

“Harapannya nanti ada pusat produksi yang terintegrasi sehingga quality control lebih terjaga dan kapasitas produksinya juga naik,” jelasnya.

Kunjungan itu juga berkaitan dengan gelaran Solo Batik Carnival tahun ini yang mengangkat tema Industri Kecil Menengah (IKM) Show. Astrid yang didapuk menjadi ikon SBC 2026 mengaku ingin melihat langsung berbagai sentra IKM di Solo yang menjadi bagian dari kekuatan ekonomi kreatif kota.

“Solo punya banyak sentra industri kecil menengah yang potensial. Shuttlecock ini salah satunya. Indonesia terkenal dengan olahraga badminton, dan ternyata di Solo ada kampung industri yang bisa menghidupi banyak keluarga,” tuturnya.

Ia berharap momentum SBC bisa menjadi ajang promosi bagi sentra-sentra IKM di Solo agar makin dikenal luas dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat. (Ariyanto)

Komentar