Portalika.com [MAGELANG] — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Tengah pada semester I-2026 tetap terjaga meski dihadapkan pada tekanan ekonomi global dan keterbatasan fiskal.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat dicapai karena pemerintah memfokuskan belanja daerah pada program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Pernyataan itu ia sampaikan menanggapi apresiasi dari Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa terkait kinerja APBD Provinsi Jawa Tengah yang terjaga di tengah ketidakpastian kondisi global dan keterbatasan fiskal.
Luthfi mengatakan, belanja daerah difokuskan pada infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan penguatan sektor produktif, sehingga tetap mampu menopang pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.
“APBD harus kita gunakan untuk masyarakat yang sangat membutuhkan,” kata Luthfi saat ditemui di sela kegiatan Rupiah Borobudur Playon di Kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu, 5 Juli 2026.
Dengan cara itu, lanjut dia, ekonomi Jateng terus tumbuh. Buktinya, perekonomian di Jawa Tengah masih dapat tumbuh 5,89% atau di atas rata-rata nasional. Pun dengan realiasi investasi pada 2025 sebesar Rp110,02 triliun dan pada triwulan I-2026 sudah mencapai Rp23 triliun.
Tak ayal, juga berdampak pada penurunan angka kemiskinan dari 9,58% menjadi 9,38%. “Serapan tenaga kerja yang mencapai sekitar 92 ribu pada triwulan I-2026. Investasi di Jawa Tengah didominasi oleh padat karya,” ucap dia.
Capaian-capaian itu, lanjut dia, tak lepas dari kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, kabupaten/kota, perguruan tinggi, perbankan, hingga perusahaan swasta.
Tak hanya itu, peran masyarakat dan media massa juga penting dalam memberikan kritik dan saran terkait pembangunan di Jawa Tengah. Kritik konstruktif sangat penting untuk mengoreksi apabila ada kekurangan dalam kinerja pemerintah daerah.
Sebagai informasi, sebelumnya Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dalam kunjungan kerjanya ke Kantor Pelayanan Pembendaharaan Negara (KPPN) Semarang I mengungkapkan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Tengah masih tetap terjaga di tengah ketidakpastian kondisi global.
Purbaya menjelaskan mengenai APBD Jawa Tengah sepanjang Semester I-2026, yaitu pos pendapatan daerah telah terealisasi sebesar 46,56% dari target yang telah ditetapkan dan tumbuh 13,33% secara tahunan (year-on-year). Sementara itu, realisasi belanja negara mencapai 52,06% dari target yang ditetapkan pemerintah.
“Hal itu menunjukkan peran APBN yang tetap optimal dalam mendukung pembangunan dan pelayanan publik,” kata Purbaya, Jumat, 3 Juli 2026.
Sementara pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah tercatat sebesar 5,89%, mencerminkan ketahanan ekonomi daerah yang ditopang oleh aktivitas industri, perdagangan, serta berbagai program pemerintah yang mendorong produktivitas masyarakat.
Perbaikan kondisi ekonomi tersebut turut didukung oleh postur APBN yang semakin sehat seiring berkembangnya sektor industri di Jawa Tengah.
“Kami akan terus berkomitmen menjaga kesehatan fiskal, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan, serta mendorong berbagai kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Jawa Tengah,” ucap Purbaya. (*)
Editor: Triantotus












Komentar