Dukungan Ketahanan Pangan Nasional, 100.000 Bibit Ikan Patin dan Tawes Dilepas di Waduk Gajah Mungkur

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI] – Dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional, sebanyak 100.000 bibit ikan patin dan tawes dilepas di Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri, Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan langkah penting bagi nelayan dan masyarakat lokal untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan di masa mendatang.

Pelepasan bibit berlangsung pada Jumat, 22 Mei 2026 dengan melibatkan dua kapal motor yang membawa benih ikan. Senior Manajer Unit Bisnis Pembangkit Mrican PLN Indonesia Power, Wasis Jati Jatmiko, menjelaskan bahwa bibit yang ditebar terdiri dari 50.000 ekor ikan tawes dan 50.000 ekor ikan patin.

banner 300x250

Pemilihan jenis ikan ini didasarkan pada karakteristik waduk dan usulan dari para nelayan lokal.

“Penebaran bibit ikan di Wonogiri sangat penting dalam upaya melestarikan lingkungan dan mendukung ekosistem di Waduk Gajah Mungkur,” ungkapnya.

Dengan adanya penebaran 100.000 bibit ini, diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan lokal dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Sinergi antara PLN, Perum Jasa Tirta 1, pemerintah daerah, dan masyarakat nelayan dianggap sebagai langkah yang baik untuk menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan.

Selain itu, pencapaian PLN Wonogiri sebagai peraih Proper Emas di tahun 2025 menunjukkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan. Harapan untuk meningkatkan kualitas perikanan di waduk Wonogiri serta memberikan dampak positif bagi masyarakat sangatlah optimis.

Kepala Sub Divisi Pengelolaan SDA WS Bengawan Solo 1, Ir Teguh Bayu Aji, ST, MMT, juga menegaskan pentingnya menjaga keutuhan air Waduk Gajah Mungkur.

Menurutnya, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk menjaga kestabilan air waduk, termasuk penanaman pohon di sekitar waduk guna menghadapi kemarau panjang atau fenomena El Niño.

“Kegiatan penghijauan dan pembuatan sumur resapan diharapkan dapat menampung air hujan. Tanpa adanya penghijauan, air hujan akan langsung mengalir ke sungai,” jelasnya.

Dengan adanya sumur resapan, air dapat tertahan sementara di tanah dan mengalir ke bendungan saat musim kemarau, menjaga ketersediaan air untuk keperluan masyarakat.

Upaya-upaya ini mencerminkan komitmen bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan serta meningkatkan ketahanan pangan dan sumber daya perikanan di wilayah Wonogiri. (Naharudin)

 

Komentar