KKN Reguler Tim II Undip Dorong Kemandirian Desa Asemdoyong melalui Pemanfaatan Potensi Lokal dan Penguatan Ekonomi Masyarakat

banner 468x60

Portalika.com [PEMALANG] – Mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro (Undip) di Desa Asemdoyong, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, kembali menghadirkan rangkaian program multidisiplin yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

Tema “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal Menuju Desa yang Mandiri dan Berkelanjutan” menjadi dasar pelaksanaan Program Multidisiplin 2 yang diarahkan untuk mengoptimalkan potensi ekonomi, pertanian, pariwisata, serta pengelolaan lingkungan di Desa Asemdoyong.

banner 300x250

Lima program yang disusun memadukan bidang keilmuan dari Agroekoteknologi, Ilmu Pemerintahan, Administrasi Publik, Bisnis Digital, serta Manajemen Administrasi Logistik dengan kebutuhan masyarakat Desa Asemdoyong.

Program tersebut mencakup pemanfaatan limbah pertanian, pengembangan dan digitalisasi UMKM, penyediaan informasi wisata dan fasilitas desa, edukasi kesehatan lingkungan dan keselamatan kerja, serta penguatan manajemen pembiayaan.

Rangkaian kegiatan menjadi bentuk kolaborasi lintas disiplin dalam mengoptimalkan potensi lokal dan mendukung kemandirian Desa Asemdoyong secara berkelanjutan.

Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu potensi yang dikembangkan dalam program ini. Desa Asemdoyong memiliki berbagai pelaku UMKM, tetapi sebagian besar belum memanfaatkan Google Maps sebagai media untuk memperkenalkan lokasi dan informasi usahanya.

Kondisi tersebut dapat menyulitkan konsumen dalam menemukan lokasi maupun memperoleh informasi mengenai usaha yang tersedia. Program “Pendampingan Pendaftaran Lokasi UMKM pada Google Maps untuk Meningkatkan Aksesibilitas Informasi Usaha” dilaksanakan melalui sosialisasi manfaat Google Maps dan pendampingan langsung kepada pemilik UMKM.

Tahapan pendampingan mencakup pendaftaran akun, pengisian data usaha, hingga pengajuan verifikasi lokasi. Pelaku UMKM Desa Asemdoyong menjadi sasaran kegiatan dengan tujuan meningkatkan keterjangkauan informasi usaha bagi masyarakat maupun konsumen.

Potensi pertanian turut menjadi perhatian dalam Program Multidisiplin 2. Desa Asemdoyong memiliki lahan persawahan produktif dengan hasil padi yang cukup melimpah.

Portalika.com/Ist

Sebagian jerami telah dimanfaatkan sebagai pakan ternak, tetapi masih terdapat sisa jerami yang belum dimanfaatkan secara optimal. Sisa jerami umumnya dibuang atau dibakar setelah panen sehingga berpotensi menyebabkan hilangnya unsur hara, menurunkan kesuburan tanah, mengurangi aktivitas mikroorganisme tanah, serta menimbulkan pencemaran udara.

Kondisi tersebut menjadi dasar pelaksanaan program “Video Edukasi Pemanfaatan Jerami Menjadi Pupuk Organik Kompos Menggunakan Bioaktivator EM4.”

Program ini dikembangkan sebagai media edukasi yang mudah dipahami masyarakat mengenai pemanfaatan jerami menjadi kompos. Kegiatan mencakup observasi potensi jerami di Desa Asemdoyong, pengumpulan referensi, penyusunan naskah, pengambilan video tahapan pembuatan kompos, hingga penyuntingan video.

Pemanfaatan jerami juga diarahkan pada pengembangan peluang ekonomi masyarakat. Program “Dari Jerami Jadi Rezeki: Pelatihan Pembuatan Kompos Jerami dan Strategi Komersialisasi Bisnis UMKM Desa” menggabungkan edukasi pembuatan kompos dengan pengenalan dasar kewirausahaan.

Melimpahnya limbah jerami menjadi salah satu alasan pengembangan program tersebut karena bahan tersebut memiliki potensi untuk diolah menjadi produk bernilai guna dan bernilai ekonomi.

Pengetahuan masyarakat mengenai pengolahan jerami dan strategi komersialisasi produk masih perlu diperkuat. Luaran program berupa video edukasi serta prototipe produk UMKM.

Pengembangan potensi wisata Desa Asemdoyong juga menjadi bagian dari Program Multidisiplin 2. Desa memiliki berbagai objek wisata dan fasilitas umum yang dapat menunjang aktivitas masyarakat maupun pengunjung, seperti tempat ibadah, balai desa, sekolah, posyandu, serta sentra UMKM. Keterbatasan media informasi mengenai lokasi berbagai objek tersebut dapat menyulitkan masyarakat pendatang maupun pengunjung dalam menemukan lokasi yang dituju.

Kebutuhan tersebut menjadi dasar penyusunan denah wisata dan fasilitas umum Desa Asemdoyong. Denah memuat informasi mengenai lokasi objek wisata serta fasilitas umum yang terdapat di desa.

Penyusunan diawali dengan observasi lapangan dan identifikasi lokasi. Koordinasi bersama perangkat desa dilakukan untuk memastikan keakuratan data sebelum denah divalidasi, dicetak dalam bentuk papan informasi, dan dipasang pada lokasi strategis.

Keberadaan media informasi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat dan pengunjung memperoleh informasi lokasi secara lebih mudah. Media tersebut juga dapat mendukung pengenalan potensi wisata dan fasilitas yang dimiliki Desa Asemdoyong.

Aspek kesehatan lingkungan dan keselamatan kerja (K3) turut menjadi perhatian dalam Program Multidisiplin 2. Aktivitas masyarakat dalam mengelola lingkungan, mengolah limbah pertanian, maupun menjalankan kegiatan usaha memiliki risiko terhadap keselamatan apabila tidak disertai pengetahuan dan perlindungan yang memadai.

Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja maupun paparan terhadap berbagai bahaya selama melakukan aktivitas.

Edukasi dilakukan melalui pengenalan jenis, fungsi, serta penggunaan APD yang sesuai dengan aktivitas masyarakat, seperti masker, sarung tangan, dan sepatu pelindung.

Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan contoh yang dekat dengan kegiatan sehari-hari agar masyarakat memahami pentingnya penggunaan APD dalam menjaga keselamatan dan kesehatan selama bekerja. Manajemen pembiayaan menjadi bagian lain yang mendukung upaya pemberdayaan dan kemandirian masyarakat.

Pengelolaan kegiatan usaha maupun program pemberdayaan membutuhkan perencanaan biaya yang jelas agar penggunaan sumber daya dapat dilakukan secara efektif dan sesuai kebutuhan.

Edukasi diarahkan pada pengenalan pencatatan pemasukan dan pengeluaran, identifikasi kebutuhan beaya, perhitungan modal, serta penyusunan anggaran sederhana.

Pemahaman mengenai manajemen pembiayaan diharapkan dapat membantu masyarakat mengelola keuangan kegiatan secara lebih terencana, mengetahui arus keuangan, serta mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan biaya dalam mengembangkan usaha maupun kegiatan ekonomi desa.

Rangkaian Program Multidisiplin 2 KKN Reguler Tim II Undip menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dimulai dari pengelolaan potensi yang telah tersedia di desa.

UMKM didorong agar lebih mudah ditemukan secara digital, jerami diarahkan menjadi produk yang bernilai guna dan ekonomi, potensi wisata diperkuat melalui penyediaan informasi, sedangkan aspek kesehatan, keselamatan kerja, dan manajemen pembiayaan diperkuat melalui edukasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Kolaborasi lintas disiplin dalam rangkaian kegiatan tersebut menghasilkan luaran yang tidak hanya berupa pelaksanaan program, tetapi juga media edukasi, informasi, prototipe produk, serta pengetahuan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan pemerintah Desa Asemdoyong.

Program Multidisiplin 2 menjadi salah satu wujud komitmen mahasiswa KKN Reguler Tim II Undip dalam mendukung Desa Asemdoyong untuk mengembangkan potensi lokal menuju masyarakat yang semakin mandiri, produktif, informatif, aman, dan berkelanjutan. (*)

Editor: Triantotus

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar