Anak-Anak Desa Ngalang-Ngalangan, Kreatif Ubah Botol Bekas Berubah Menjadi Celengan

banner 468x60

Portalika.com [BOYOLALI] – Keceriaan anak-anak Dusun Ngalang-Ngalangan, Desa Senting, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali terlihat saat membuat celengan dari botol bekas. Kegiatan mendaur ulang barang bekas tersebut merupakan salah satu program kerja dari Lina Heni Puspita, mahasiswi program studi manajemen Fakultas ekonomi kelompok 29 KKN PPM  Universitas Slamet Riyadi Surakarta (Unisri).

Kegiatan ini sangat menarik anak-anak desa yang mencapai 25 anak. Mereka terlihat asyik berkreasi memotong botol bekas air mineral, menggunting kardus dan merekatkan kertas pada botol bekas air mineral.

banner 300x250

“Saya sangat senang acara ini diadakan dan ingin ikut lagi jika kakak-kakak dari KKN mengadakan kegiatan lainya lagi,” ucap Bunga salah satu anak dusun Ngalang-Ngalangan, 8 Agustus 2023.

Baca juga: Mahasiswa KKN Bantu Buatkan Bagan SOTK Desa Kedunglengkong

Diungkapkan oleh Lina Heni Puspita penanggung jawab acara kegiatan, merubah botol bekas menjadi celengan ini termasuk dalam salah satu program kerja dari mahasiswa fakultas ekonomi, prodi manajemen. Kegiatan ini ditujukan kepada anak anak desa yang berada di Dusun Ngalang-Ngalangan, Desa Senting, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali.

Dengan peserta 25 membuat celengan dari botol bekas, setelah itu panitia memberikan reward kepada anak-anak desa berupa makanan dan minuman kecil. “Kegiatan ini, kami adakan bertujuan agar anak-anak desa bisa lebih kreatif berkreasi dengan barang bekas dan rajin menabung, selain itu imi adalah contoh bagaimana pendidikan dan kreativitas bisa berdampak positif pada masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

Kegiatan mengusung tema kreativitas mahasiswa KKN PPM Unisri dan anak-anak Desa Ngalang-Ngalangan, Botol Bekas Berubah Menjadi Celengan. Selain membuat celengan dari botol bekas ada juga kegiatan tambahan yang dilaksanakan pada saat itu, yaitu sosialisasi menabung yang ditujukan ke anak anak desa.

Karena anak-anak desa seringkali kurang terpapar pada konsep perencanaan keuangan dan pentingnya menabung. Sosialisasi ini dapat memberikan mereka pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana mengelola uang dan mengembangkan kebiasaan menabung sejak dini.

Anak-anak desa, ujarnya, mungkin lebih rentan terhadap tantangan ekonomi dan finansial, sehingga memahami konsep menabung bisa memberikan mereka alat untuk mengatasi situasi sulit di masa depan. Selain itu, menabung juga bisa membantu mewujudkan tujuan pendidikan atau karier mereka.

“Melalui program kerja ini, harapannya adalah lebih banyak komunitas desa akan mengadopsi pendekatan kreatif dan berkelanjutan untuk mengurangi limbah plastik serta menciptakan pemahaman tentang menabung agar anak anak desa tersebut dapat mengelola keuang dengan baik sejak dini dan tidak terjebak dalam pola pengeluaran yang tidak terkendali di masa depan,” katanya.

Dengan demikian, program ini bertujuan untuk menciptakan dampak positif jangka panjang dengan mengedukasi dan mendorong perubahan perilaku di kalangan komunitas desa, sekaligus memberikan bekal keuangan yang lebih baik kepada generasi anak anak untuk masa depan yang lebih stabil secara finansial. (Heris)

Komentar