Arab Saudi Sering Membuat Kebijakan Tidak Terduga, Kemandirian Jemaah Haji Penting

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) ‘Aisyiyah Kota Surakarta menggelar kegiatan Tabligh Akbar dan Mangayubagyo jamaah haji tahun 1446 Hijriah. Kegiatan yang diikuti sekitar 800 anggota jamaah haji Aisyiyah tersebut berlangsung di Gedung Dakwah Balai Muhammadiyah Kota Surakarta, Minggu, 13 Juli 2025.

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, KH Jumari, menyampaikan apresiasi kepada KBIHU Aisyiyah Surakarta yang secara konsisten membimbing jamaah haji setiap tahun dengan prinsip kemandirian.

banner 300x250

Ia menegaskan, prinsip kemandirian dalam pelaksanaan ibadah haji memiliki peran penting. Menurutnya, di Arab Saudi sering muncul kebijakan yang tidak terduga sehingga jamaah yang tidak mandiri akan mengalami kesulitan.

Selain itu, Jumari juga mengingatkan para jamaah haji yang telah menunaikan ibadah agar senantiasa menjaga kualitas ketaqwaan sepulang ke tanah air. Ia menyebut ketaqwaan merupakan bekal utama yang tidak akan pernah berkurang jika terus dirawat dengan baik.

“Bagi jamaah haji yang sudah selesai, yang paling penting adalah menjaga ketebalan ketagwaan. Itu merupakan bekal yang tidak berkurang. Kalau bekal taqwa berkurang, pasti itu ada persoalan,” tegasnya.

Ia berharap seluruh jamaah haji Aisyiyah, baik yang baru maupun yang lama, terus merawat ketaqwaan agar semakin berkualitas dari waktu ke waktu.

“Saya berharap kepada seluruh jamaah haji Aisyiyah setelah di tanah air ini, baik haji lama maupun haji baru, senantiasa merawat bekal sehingga semakin bagus ketakwaannya,” pesannya.

Sedangkan Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Aisyiyah (IPHAS) Kota Surakarta periode 2025–2026, Drs Sukendar Ardiansyah, MPd, menyampaikan rasa syukur atas pengukuhan pengurus baru yang dilaksanakan pada acara tadi.

“Saya bersyukur karena tadi telah selesai dikukuhkan pengurus IPHAS Kota Surakarta periode 2025–2029,” ujar Sukendar.

Ia menjelaskan, IPHAS merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari KBIHU Aisyiyah sekaligus bagian dari Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Surakarta. Menurutnya, IPHAS memiliki tanggung jawab penting dalam mendukung seluruh kegiatan yang berkaitan dengan pembinaan ibadah haji dan umrah bagi jamaah.

“Kami bagian dari KBIHU Aisyiyah dan bagian dari Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Surakarta yang mem-back up semua kegiatan kaitan dengan haji dan umrah,” tegasnya.

Sukendar menuturkan, saat ini IPHAS Surakarta telah memiliki sekitar 800 anggota jamaah haji Aisyiyah. Ia menyampaikan komitmen bersama pengurus untuk mengembangkan dan memberdayakan IPHAS agar keberadaan organisasi tetap kuat dan bermanfaat bagi umat.

“Pada dasarnya kami siap mengembangkan dan memberdayakan IPHAS di Kota Surakarta ini,” katanya.

Ia mengingatkan, jika IPHAS tidak terus dikembangkan, maka organisasi yang menaungi pembinaan jamaah haji dan umrah tersebut akan mengalami kemunduran. Karena itu, ia mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk bersinergi menjaga keberlangsungan organisasi.

“Kalau kita tidak mengembangkan itu maka IPHAS kaitan dengan haji dan umrah akan surut. Itu tugas daripada kita semua,” tandas Sukendar.

Acara Tabligh Akbar diawali dengan pengukuhan Pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Aisyiyah (IPHAS) Kota Surakarta periode 2025–2029 oleh Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Surakarta, Dr Hj Mahasri Shobahiya, MAg.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta, Drs HM Joko Riyanto, SH, MM, MH menyambut baik kegiatan IPHAS di Kota Surakarta. Sebagai wujud syukur, acara dilanjutkan dengan sesi berbagi pengalaman haji 1446 H oleh dr H Aswin Wikantama, SpAn. Inti acara diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Drs KH Jumari Al Ngluwary. (Aryanto)

Komentar