Portalika.com [SURAKARTA] – Dalam melaksanakan proses kegiatan magang yang dijalani oleh Devi Sulistyorini, mahasiswa Universitas Slamet Riyadi Surakarta Tahun 2025, penempatan magang dilakukan di Sentra Terpadu Dr Soeharso Surakarta.
Instansi ini merupakan lembaga rehabilitasi sosial di bawah Kementerian Sosial Republik Indonesia. Sentra ini berperan dalam memberikan layanan pemberdayaan, asistensi rehabilitasi sosial, serta pelatihan keterampilan bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan.
Melalui kegiatan magang dibimbing dosen D Ririn Indriastuti, SE, MSi, Devi Sulistyorini memperoleh pemahaman ringkas namun menyeluruh mengenai profil, fungsi pelayanan, dan peran strategis sentra dalam implementasi kebijakan sosial secara langsung di tingkat operasional.
Sebagai salah satu pusat rehabilitasi sosial tertua dan paling berpengaruh di Indonesia, Sentra Terpadu Prof Dr Soeharso Surakarta terus menjadi garda terdepan dalam memberikan layanan sosial bagi kelompok rentan. Lembaga ini melanjutkan jejak Prof Dr Soeharso, Bapak Rehabilitasi Indonesia yang dikenal luas atas dedikasinya menyediakan layanan medis, protheses (anggota tubuh buatan), dan orthese (alat bantu) bagi penyandang disabilitas sejak era pasca-kemerdekaan.
Didirikan Tahun 1946
Sentra Terpadu Prof Dr Soeharso memiliki sejarah panjang dalam pengabdian sosial. Lembaga ini didirikan pada tahun 1946 oleh Dr Soeharso bersama R Soeroto, yang memiliki kepedulian tinggi terhadap para korban perang kemerdekaan Indonesia yang mengalami disabilitas fisik.
Pada tahun 1951, lembaga ini dikenal sebagai Rehabilitasi Centrum (RC). Seiring perkembangan zaman, lembaga ini berevolusi dari pusat rehabilitasi fisik menjadi institusi terpadu yang melayani berbagai aspek kesejahteraan sosial.
Reformasi organisasi yang ditetapkan melalui Permensos Nomor 3 Tahun 2022 menetapkan UPT ini sebagai Sentra Terpadu, dengan mandat lebih luas: memastikan pemulihan, perlindungan, serta kemandirian sosial penerima manfaat melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi).
Kini, Sentra Terpadu Prof Dr Soeharso tidak hanya melayani penyandang disabilitas, namun juga anak, lanjut usia, korban bencana, korban kekerasan, dan kelompok rentan lainnya. Layanan Atensi yang diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan hidup layak, perawatan sosial, dukungan keluarga, terapi fisik, terapi psikososial, terapi mental spiritual, pelatihan vokasional dan pembinaan kewirausahaan, serta bantuan dan asistensi sosial.
Selain itu, sentra juga menyediakan dukungan aksesibilitas, termasuk penyediaan alat bantu mobilitas, pembuatan prostese dan ortese, serta fasilitasi akses terhadap layanan publik yang ramah disabilitas. Seluruh layanan tersebut diberikan tanpa dipungut biaya, sehingga dapat diakses oleh masyarakat yang membutuhkan tanpa hambatan finansial.
Sebagai bagian dari penguatan kemandirian sosial dan ekonomi penerima manfaat, Sentra Terpadu Prof Dr Soeharso juga mengembangkan Sentra Kreasi Atensi (SKA) sebagai pusat pengembangan kewirausahaan dan vokasional.
Melalui SKA, penerima manfaat memperoleh pelatihan keterampilan seperti menjahit, bengkel sepeda motor, komputer, desain grafis, fotografi, hingga kerajinan tangan. Hasil karya penerima manfaat dapat dipromosikan melalui galeri dan unit usaha produktif, seperti galeri batik, eRCe Cafe, hingga homestay yang dikelola dalam kawasan terpadu.
Dalam pelaksanaan tugasnya, Sentra Terpadu Prof Dr Soeharso memiliki jangkauan wilayah kerja yang luas, meliputi wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Tengah, sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2024.
Penetapan wilayah kerja ini bertujuan untuk memastikan pelayanan rehabilitasi sosial berjalan efektif, terkoordinasi, dan tidak tumpang tindih antarunit pelayanan di lingkungan Kemensos.
Dengan berbagai layanan modern dan pendekatan holistik, Sentra Terpadu Prof Dr Soeharso Surakarta tidak hanya melanjutkan semangat sang pendiri, tetapi juga bertransformasi menjadi pusat inovasi layanan sosial yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Dedikasi lembaga ini menjadi bukti bahwa warisan Prof Dr Soeharso tetap relevan dalam membangun Indonesia yang inklusif dan berkeadilan sosial. (*)
Penulis: Devi Sulistyorini, Magang Kerja Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Slamet Riyadi Surakarta 2025
Editor: Suryono












Komentar